Tingkatkan Kualitas Dosen, Tazkia ke Manila Pekan Depan

Tingkatkan Kualitas Dosen, Tazkia ke Manila Pekan Depan

November 5, 2018 Berita 0

Sebanyak tujuh dosen STEI Tazkia akan berangkat ke Manila pekan depan mengikuti ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF)

Salah satu event bergengsi tingkat Asia Tenggara, ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) akan memasuki tahun keenam tahun ini. Kampus pelopor ekonomi Islam, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia akan mengirimkan tujuh dosen terbaiknya untuk mengikuti kegiatan ini.

Ketujuh dosen akan mempresentasikan penelitiannya di Manila, Filipina. Dalam rangka persiapan sebelum mengikuti AICIF yang akan diadakan pada 13 November 2018, sebanyak tiga dosen STEI Tazkia mempresentasikan penelitiannya dalam forum presentasi dosen (Monday Forum), Senin (5/11). Presentasi akan dilanjutkan oleh tiga dosen lagi di pekan depan pada jam dan tempat yang sama.

STEI Tazkia mendorong dosennya untuk mengikuti konferensi nasional dan internasional untuk memacu semangat melakukan penelitian. Tidak melulu waktunya habis untuk mengajar mahasiswa. Dosen yang aktif dalam penelitian diharapkan dapat menularkan wawasan dan semangatnya kepada mahasiswa.

Forum presentasi dosen khas STEI Tazkia, Monday Forum kali ini tidak hanya diisi oleh presentasi calon delegasi AICIF keenam, juga menghadirkan presentasi dari laporan penelitian yang disampaikan oleh Rochania Ayu Yunanda, M.Sc (Acc) dan Pak Faried Kurnia Rahman, M.Sc (Fin).

Rochania Ayu Yunanda, M.Sc (Acc) atau yang akrab disapa Ibu Anda, berbicara tentang kesiapan perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia dalam mengadopsi dan mengimplementasi VBI (Value Base Implementation). VBI adalah nilai bahwa bank syariah mampu memberikan pengaruh berkelanjutan bagi ekonomi dan lingkungan. Anda menyebutkan, bahwa perbankan syariah Malaysia akan mengimplementasikan VIB dilihat dari laporan keuangan Tahun 2017. Sedangkan, melihat dari laporan keuangan Perbankan Syariah Indonesia Tahun 2017 menunjukkan bahwa VIB sudah diterapkan walaupun tidak menggunakan istilah tersebut.

Presenter delegasi AICIF keenam hari ini adalah Grandis Imamahendra, M.Sc (Fin); Miftakhus Surur, M.Sc.; dan Nurizal Ismail, M.A. Grandis berbicara tentang perbedaan kualitas pendapatan dan tingkat kebangkrutan Perbankan Syariah Indonesia dan Malaysia antara sebelum dengan sesudah menggunakan International Financial Reporting Standard (IFRS). Hasilnya, Grandis menyebutkan bahwa ada perbedaan kualitas pendapatan pada Perbankan Syariah Malaysia antara sebelum menggunakan IFRS dengan sesudahnya sedangkan tidak ada perbedaan pada Perbankan Syariah Indonesia.

Monday Forum ke depan akan lebih banyak menghadirkan presentasi hasil penelitian dosen. Ketua SETI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc terus mendorong dosen-dosen untuk mengirimkan penelitiannya pada jurnal dan konferensi internasional guna meningkatkan kualitas wawasan dan pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *