Pembukaan Penelitian dan Pengabdian Tahun Akademik 2018/2019

Pembukaan Penelitian dan Pengabdian Tahun Akademik 2018/2019

November 13, 2018 Kegiatan 0

 

Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia membuka  Penelitian dan Pengabdian Tahun Akademik 2018/2019 pada Monday Forum hari ini (12/11/2018). Monday Forum sebagai acara rutin LPPM kali ini dilaksanakan di kelas internasional mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00. Acara dipandu oleh saudara Dicky dari Yayasan STEI Tazkia kemudian dibuka dengan sambutan Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan dilanjutkan dengan laporan kinerja LPPM oleh Kepala LPPM, Ries Wulandari, M.Si.

Dalam pemaparan kinerja LPPM 2017/2018, Ibu Ries menunjukkan progres penelitian dosen dan pengabdian masyarakat serta perkembangan perolehan Hibah Kementrian Agama dalam empat tahun terakhir. Pada dua tahun terakhir, STEI Tazkia mendapatkan Dana Hibah Kementrian Agama dengan total Rp 488,5 juta. Capaian tersebut tidak lepas dari upaya peningkatan kualitas penelitian dosen melalui penguatan metodologi penelitian dan program research camp. Untuk aktivitas pegabdian LPPM Tazkia memiliki program pengabdian terpadu yaitu Tazkia Masuk Desa. Target LPPM pada tahun penelitian 2018/2019 seluruh dosen tetap ber NIDN melaksanakan penelitian dan pengabdian serta meningkatnya publikasi ilmiah terutama di jurnal internasional terindex Scopus. Ibu Ries Wulandari mengapresiasi para dosen yang produktif meneliti dan melaksanakan pengabdian masyarakat karena hal ini akan berdampak pada kualitas akademik dan pengajaran di STEI Tazkia.

Pembukaan tahun penelitian ini diisi juga dengan arahan dari Dr. Suwendi selaku Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Agama RI. Sesi Dr. Suwendi dimoderatori oleh Miftakhus Surur, M.Sc (Fin), dosen program studi Bisnis dan Manajemen Syariah STEI Tazkia.

Dr. Suwendi membuka dengan pernyataan bahwa dosen adalah guru yang melakukan penelitian. Jika tidak melakukan penelitian, maka ia hanyalah sebatas guru. Bahkan dosen dapat diartikan sebagai peneliti yang mengajar. Karena kegiatan mengajar lebih condong pada tranformasi keilmuan, sedangkan reproduksi keilmuan lebih banyak pada penelitian. Artinya, betapa penelitian merupakan kegiatan yang sangat penting bagi seorang dosen. Beliau mengatakan bahwa dalam konteks hari ini, janganlah meninggal dunia sebelum meninggalkan tiga karya: Pertama karya tulis; Kedua karya pendampingan masyarakat; Dan ketiga karya berupa lembaga pendidikan. Karya tulis bukanlah karya yang dinikmati sendiri, maka karya tulis perlu dipublikasi agar bisa diakses dan dimanfaatkan oleh orang banyak. Perlu diperhatikan bahwa sedekah jariyah tidak hanya sebatas materi, tetapi juga ide-ide dan gagasan.

Terkait Dana Hibah Kementrian Agama, beliau meyebutkan dana yang dialokasikan untuk Perguruan Tinggi Swasta sebesar 20%. Tetapi dari proposal yang masuk, lebih dari 25 persennya yang terindikasi melakukan plagiarisme. Ini menjadi himbauan kepada dosen STEI Tazkia agar selalu meningkatkan kualitas penelitian dosen. Bantuan Dana Penelitian Kemenag tahun 2019 sudah dibuka sejak Agustus 2018 dan periode 2020 akan dibuka pada kisaran bulan Mei 2019.

Acara dilanjutkan dengan  pembukaan secara resmi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun Akademik 2018/2019 dengan tema “Penguatan Peran Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Berkualitas Era 4.0”  dan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Ibu Dr. Murniati Mukhlisin pada Dr. Suwendi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *