Friday Literacy “Book Review : Ihya Ulumuddin” 17 Juli 2020 M/ 26 Dzulqa’dah 1441 H.

Menjadi mitra sejati dalam mengeksplorasi kebenaran Islam dalam dunia ekonomi, bisnis, manajemen dan pemberdayaan masyarakat.

Friday Literacy “Book Review : Ihya Ulumuddin” 17 Juli 2020 M/ 26 Dzulqa’dah 1441 H.

Juli 17, 2020 Kegiatan 0

Alhamdulillah, pada Jum’at 17 Juli 2020 M/ 26 Dzulqa’dah 1441 H telah berlangsung kegiatan Friday Literacy yang merupakan agenda rutin LPPM Tazkia dan Perpustakaan IAI Tazkia. Friday Literacy kali ini mengkaji kitab Ihya Ulumuddin yang dipaparkan oleh Ust. Thuba Jazil, M.Sc (Fin) selaku Dosen IAI Tazkia dan Koordinator Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI Tazkia.

Ihya Ulumuddin merupakan salah satu kitab karangan Imam Al-Ghazali yang paling berpengaruh. pada kesempata ini, bab yang dikaji dari Kitab Ihya Ulumuddin adalah Konsep Kasb (mencari nafkah).  Rasulullah saw bersabda , abu syaikh akhlaqul madi menyatakan “tidak diberikan wahyu oleh ku untuk mengumpulkan harta dan juga sebagai pedagang, tetapi diberikan wahyu kepadaku untuk engkau bertasbih dengan memuji dengan menyebut nama Allah dan bersujud kepada- Nya hingga kau tidak bisa bangkit lagi”. Ustadz Thuba menjelaskan bahwa maksud dari pernyataan tersebut adalah waktu 24 jam seharusnya digunakan untuk beribadah secara penuh (full time), sedangkan waktu luang (part time) untuk bekerja (kasb). Dengan kata lain, bekerja merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menunggu waktu ibadah tersebut.

Janganlah kita menampakan kefakiran kepada sesama hanya untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini termasuk hal meminta-minta kepada sesama manusia, dengan menurunkan harga diri. Seharusnya seorang hamba dapat menjaga sikap dengan tidak meminta-minta dan menampilkan rasa kasihan, akan lebih baik kita beribadah kepada Allah swt untuk diberikan kemudahan dalam mencari rezeki dan berusaha. Menilai seseorang tidak terlihat pergi bekerja bukan berarti ia tidak memiliki pekerjaan,kemungkinan memang tempat kerjanya didalam rumah dengan membuat buku dan sebagainya.

“Kita bukan mencari harta yang banyak, akan tetapi mencari keberkahannya”

Wallahu a’lam bish-showab

 

Disusun Oleh:

Zahra Shafira

Syara Nur Fatimah

 

Editor:

Dila Pujanah Herman, SE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *