Monday Forum Research Report Monday, 9 August 2021 M/ 30 Dzulhijah 1442 H

Menjadi mitra sejati dalam mengeksplorasi kebenaran Islam dalam dunia ekonomi, bisnis, manajemen dan pemberdayaan masyarakat.

Monday Forum Research Report Monday, 9 August 2021 M/ 30 Dzulhijah 1442 H

August 13, 2021 Kegiatan 0

Agenda Monday Forum pada tanggal 9 August 2021 M/ 30 Dzulhijah 1442 H kali ini diisi dengan dua Presentasi Penelitian, yang pertama merrpakan penelitian dengan judul “Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Makro dan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah” oleh narasumber kita Aminah Nuriyah dan Ulumuddin Nurul Fakhri. Lalu presentasi yang kedua dengan judul “Investigating Maqashid Based Consumer Behavior: A Proposal and Empirical Preliminary Resukt” oleh M. Bintang Pamuncak, Bayu Taufik Possumah, dan Diva Azka Karimah. Acara ini dimoderatori oleh Mahasiswa S1 Tazkia, M.Y. Ibrahim. Acara ini dihadiri oleh 33 peserta yang berasal dari internal IAI Tazkia maupun eksternal.

Pada presentasi pertama dengan judul “Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Kondisi Makro dan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah” Ibu Aminah Nuriyah dan Pak Ulumuddin Nurul Fakhri memulai presentasi dengan memaparkan latar belakang dilaksanakannya penelitian ini, yaitu mengenai fenomena dua tahun ini yaitu dari tahun 2019-2021 dari pandemic covid-19 kondisi ekonomi pada kuartal 1-3 mengalami penurunan drastis bahkan sampai ke angka minus (Bank Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh covid-19 bagi kinerja perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu PLS SEM dan validasi data menggunakan ANN (Artifical Neuaral Network), metode ini digunakan karena data yang diperoleh sangat terbatas, yaitu hanya pada masa pandemic covid-19. Data yang digunakan adalah data sekunder dan in-depth interview dengan para pakar.

Pada uji kebaikan model menunjukkan bahwa kondisi makro terhadap perbankan syariah tidak berpengaruh signifikan, karena P value lebih dari 0.05 sedangkan pandemic covid memang tidak berpengaruh tapi hampir berpengaruh terhadap bank karena hampir mendekati 0.05. Tapi pandemic covid-19 sangat berpengaruh terhadap kondisi makro. Dari hasil ANN menunjukkan bahwa pada pandemic covid-19 kinerja perbankan syariah memnag tidak terlalu signifikan pengaruhnya. Justru yang sangat menonjiol di kinerja perbankan adalah FDR yaitu 21,189. Bisa dilihat juga dari penelitian terdahulu bahwa bank sangat hati-hati dalam pemberian dana. BI rate juga sangat besar nilainya. Hasil dari keduanya bisa dilihat dari kedua model ini hasilnya menyerupai. Kesimpulannya, Pandemic covid-19 terhadap makro berpengaruh sangat signifikan, namun pandemic covid saat ini tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan, namun jika pandemic berlangsung lebih lama, bisa saja di masa depan akan mempengaruhi kinerja bank. Temuan ini menjadi early warning system bahwa stake holder bank syariah tidak bisa tenang saja namun mereka harus memiliki strategi khusus untuk menghindari resiko yang lebih buruk lagi kedepannya, pastinya pandemic covid-19 akan sangat berpengaruh kepada nasabah mikro perbankan syariah utamanya.

Agenda selanjutnya adalah review yang dilakukan oleh pak Nasher Akbar and Pak Yaser Taufik Syamlan. Lalu dilanjutkan oleh presentasi kedua.

Pada presentasi kedua dengan judul “Investigating Maqashid Based Consumer Behavior: A Proposal and Empirical Preliminary Resukt” oleh M. Bintang Pamuncak, Bayu Taufik Possumah, dan Diva Azka Karimah. Narasumber memaparkan tujuan penelitian ini, yaitu penelitian ini mencoba mengkaji perilaku konsumen berbasis maqoshid dengan pendekatan teori rekonstruksi yang dikemukakan oleh possumah dan islamil. penyelidikan kemudian memperkaya dengan hasil empiris dari teori. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, digunakan untuk mengikuti pendekatan teori rekonstruksi. ini diikuti dengan tiga langkah yaitu, pertama mengidentifikasi nilai dan interpretasi (tafsir) al-Qur’an dan hadits. Kedua, merumuskan hipotesis berdasarkan nilai Alquran dan hadis ke dalam asumsi ekonomi. Ketiga menganalisis hipotesis dengan menggunakan analisis positif dan normative. Lalu selanjutnya pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Operationalizing Approach oleh Sekaran dan Bougie (2016). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendapatan bulanan tertinggi berada pada urutan pertama, yang berarti anggaran penting untuk menentukan perilaku konsumen berbasis maqashid. Selanjutnya jika kita melihat ke peringkat akhir dimana responden yang memiliki pendapatan bulanan paling sedikit berada di peringkat kedua kita harus mempertimbangkan kembali bahwa anggaran merupakan faktor utama yang menentukan perilaku konsumen berdasarkan maqashid. Namun, berbagai faktor mungkin juga mempengaruhi peringkat akhir seperti literasi konsumen terhadap produk Islam, perilaku konsumen, dan norma konsumen. Kesimpulan dari pemaparan tersebut adalah bahwa penelitian ini memberikan pandangan segar dalam mendefinisikan perilaku konsumen berdasarkan maqashid syariah baik secara teori maupun praktik. temuan mendukung teori sebagai pendapatan bukan satu-satunya faktor untuk menentukan perilaku konsumen. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyediakan sampel yang lebih besar dan dataset yang unik dimana responden diawasi dan tidak mengisi kuesioner secara sukarela.

Setelah selesainya dilakuakn presentasi kedua review dilakukan oleh Pak Thuba Jazil dan pak Nurizal Islamil.

Presentasi terakhir dengan judul “Redesigning Wealth Portfolio During The Pandemic : Muslim Woman’s Perspective” dipresentasikan oleh Rochania Ayu Yunanda. Penelitian ini di latar belakangi oleh pandemic covid-19 yang sedang berlangsung, bagaimana pandemic covid-19 ini juga mengubah perilaku investasi,, terutama bagi wanita yang dirujuk dari beberapa penelitian, adalah lebih lebih “risk averse” atau menghindari resiko. tujuan penelitian ini adalah pertama, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan keuangan dan perilaku investasi. Kedua, mengkaji apakah ada perbedaan atau preferensi instrumen investasi sebelum dan sesudah pandemi. Ketiga, mengetahui bagaimana kelompok dan perempuan yang berbeda mendesain ulang portofolio kekayaan mereka selama pandemi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. kuesioner dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama terdiri dari 9 pertanyaan tentang informasi demografis. Bagian kedua tentang perilaku perencanaan keuangan dan preferensi investasi sebelum dan sesudah pandemi (12 pertanyaan). responden adalah wanita yang melek finansial dan memiliki pengetahuan dasar tentang perencanaan keuangan dan mereka yang tidak. Berdasarkan studi pendahuluan tentang kebiasaan keuangan dan pengalaman penganggaran mereka, responden dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu ibu rumah tangga, wanita karir yang sudah menikah, dan wanita karir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi berbeda sebelum dan selama pandemi. Hasil penelitian juga menegaskan bahwa pengetahuan dan latar belakang pendidikan mempengaruhi perilaku perencanaan keuangan di kalangan perempuan. Literasi keuangan penting dalam menentukan perencanaan keuangan dan keputusan investasi. Setiap program yang dapat meningkatkan literasi keuangan perempuan akan sangat bermanfaat. Perencanaan keuangan harus mencakup lebih banyak pengetahuan tentang memprioritaskan dan pengeluaran dan tabungan keagamaan khususnya rencana wakaf.

 

Demikian agenda Monday Forum edisi Senin, 9 August 2021 M/ 30 Dzulhijah 1442 H.

 

Jazakumullah Khairan Katsir

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *