• Home
  • Berita
  • British Academy – ODA International Interdisciplinary Research Projects

65028bdb71d33-1694665691

British Academy – ODA International Interdisciplinary Research Projects

admin 14 Sep 2023

Closing Date: 01/11/2023

Funding available for UK-based early career researchers working with international partners wishing to develop ODA-eligible interdisciplinary projects involving both the humanities and the social sciences.

The British Academy is providing a call for proposals for UK-based researchers across all disciplines within the social sciences and the humanities to develop new international interdisciplinary research that is ODA-eligible. Research may be problem-focused, creatively innovative and exploratory, and should bring together relevant disciplines in both the humanities and social sciences, where appropriate, for maximum impact/effect.

The Academy requires all applications to fundamentally involve and integrate both the humanities and the social sciences.

 

More info: https://www.myresearchconnect.com/british-academy-oda-international-interdisciplinary-research-projects/

Anda Mungkin Suka

662f31a069843-1714368928

Questionnaire Development for Impactful Survey

Dalam dunia penelitian dan pendidikan, survei berperan sebagai alat vital untuk mengumpulkan data dan insight yang berharga. Kuesioner, sebagai komponen utama dari setiap survei, harus dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa data yang diperoleh tidak hanya relevan tetapi juga akurat dan dapat diandalkan. Artikel ini bertujuan untuk membimbing para peneliti dan pendidik dalam mengembangkan kuesioner yang efektif, yang mampu menghasilkan dampak nyata dalam studi atau proyek penelitian mereka. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang akan dibahas, pembaca akan dapat meningkatkan kualitas data survei mereka, serta efektivitas keseluruhan penelitian.

Mengerti Tujuan Survei
Pengembangan kuesioner yang sukses dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin dicapai melalui survei. Tujuan survei harus spesifik, terukur, dan relevan dengan kebutuhan penelitian atau edukatif yang sedang dihadapi. Sebagai contoh, dalam konteks akademik, survei bisa bertujuan untuk menilai keefektifan metode pengajaran baru, sedangkan dalam penelitian, survei mungkin digunakan untuk mengumpulkan pendapat ahli tentang perkembangan terbaru di bidang tertentu.

Definisi tujuan yang jelas ini tidak hanya membantu dalam formulasi pertanyaan yang tepat tetapi juga dalam menentukan metodologi pengumpulan dan analisis data yang paling sesuai. Hal ini juga penting untuk memastikan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner secara langsung mendukung tujuan survei, sehingga waktu responden tidak terbuang sia-sia dan data yang diperoleh benar-benar bermanfaat.
Desain Kuesioner
Desain kuesioner yang baik adalah kunci utama untuk menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan saat mendesain kuesioner:

  • Kejelasan dan Kependeakan. Setiap pertanyaan harus dirumuskan dengan jelas dan langsung ke pokok permasalahan. Hindari penggunaan jargon atau terminologi yang mungkin tidak dimengerti oleh responden. Pertanyaan harus cukup pendek untuk tidak menyebabkan kelelahan responden tetapi cukup informatif untuk mengumpulkan data yang Anda butuhkan.
  • Konsistensi dan Struktur. Menggunakan struktur yang konsisten sepanjang kuesioner dapat membantu responden memahami apa yang diharapkan dari mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas jawaban mereka. Struktur ini bisa berupa urutan logis pertanyaan, penggunaan skala yang sama untuk pertanyaan yang serupa, atau pengelompokan tema pertanyaan.
  • Hindari Bias. Penting untuk memformulasikan pertanyaan sehingga tidak memihak atau mengarahkan responden ke jawaban tertentu. Pertanyaan harus netral dan objektif, memberikan ruang bagi responden untuk memberikan jawaban jujur mereka tanpa pengaruh dari cara pertanyaan tersebut diajukan.
  • Memilih Tipe Pertanyaan. Tipe pertanyaan dalam kuesioner dapat sangat mempengaruhi jenis dan kualitas data yang diperoleh. Berikut adalah beberapa tipe pertanyaan yang sering digunakan dalam kuesioner:
  • Pertanyaan Terbuka. Pertanyaan terbuka memungkinkan responden untuk menjawab dengan kata-kata mereka sendiri, memberikan wawasan yang lebih mendalam dan nuansa yang tidak tersedia melalui format pertanyaan lain. Pertanyaan ini ideal untuk mendapatkan pendapat detail atau cerita pribadi.
  • Pertanyaan Tertutup. Pertanyaan tertutup, seperti pilihan ganda atau skala rating, memudahkan pengumpulan dan analisis data karena jawabannya standar. Tipe pertanyaan ini efektif untuk statistik dan membandingkan jawaban dari sejumlah besar responden.
  • Skala Rating. Skala rating sering digunakan untuk mengukur intensitas perasaan atau pendapat responden terhadap suatu isu. Misalnya, skala Likert adalah alat yang umum digunakan dalam survei pendidikan dan sosial untuk mengukur sikap atau kepuasan.
  • Validasi dan Uji Coba Kuesioner. Sebelum kuesioner disebarluaskan secara luas, penting untuk melakukan validasi dan uji coba terlebih dahulu. Proses ini memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner menghasilkan data yang konsisten dan valid. Uji coba bisa dilakukan melalui pilot survey, di mana kuesioner diberikan kepada kelompok kecil untuk menilai apakah pertanyaannya dimengerti dan apakah ada masalah teknis dalam pengisian.

Validasi lebih lanjut mungkin melibatkan ahli untuk memeriksa apakah kuesioner mencakup semua aspek yang relevan dari topik yang diteliti, serta memastikan bahwa tidak ada bias atau kesalahan lain yang dapat mempengaruhi hasil.

Analisis Data dan Pelaporan
Setelah data terkumpul melalui kuesioner, langkah berikutnya adalah analisis dan pelaporan. Pemahaman mendalam tentang cara menganalisis data akan membantu dalam merancang kuesioner yang lebih efektif, karena pemilihan tipe pertanyaan dan format jawaban harus disesuaikan dengan metode analisis yang akan digunakan.

  • Analisis Data. Analisis data survei dapat berkisar dari statistik deskriptif sederhana hingga analisis multivariat yang lebih kompleks, tergantung pada tujuan survei dan kompleksitas data yang diperoleh. Statistik deskriptif sering digunakan untuk menggambarkan karakteristik umum dari data seperti rata-rata, median, dan modus. Untuk data yang lebih kompleks, teknik seperti analisis faktor atau kluster mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi pola atau grup dalam data.
  • Pentingnya Perangkat Lunak. Menggunakan perangkat lunak analisis data yang tepat sangat penting dalam proses ini. Alat seperti SPSS, Stata, atau R dapat membantu dalam melakukan analisis statistik yang kompleks dan menghasilkan visualisasi data yang efektif untuk mempermudah pemahaman hasil.
  • Pelaporan Hasil. Pelaporan hasil harus dilakukan dengan jelas dan sistematis. Laporan harus mencakup deskripsi metodologi, analisis data yang dilakukan, dan pembahasan tentang temuan. Penting untuk menyajikan data dengan cara yang dapat diakses oleh audiens target, menggunakan grafik, tabel, dan infografis jika perlu. Selain itu, kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan data harus disajikan dengan jelas, memberikan nilai tambah kepada pembaca.

Pengembangan kuesioner yang efektif adalah kunci utama dalam menghasilkan data yang berkualitas tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan keandalan dan validitas temuan penelitian. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang diuraikan dalam artikel ini, para peneliti dan pendidik dapat merancang kuesioner yang tidak hanya efisien dalam mengumpulkan data tetapi juga dalam memberikan wawasan yang mendalam dan berdampak pada area studi mereka. Melalui pendekatan yang sistematis dan mempertimbangkan setiap aspek dari pengembangan kuesioner hingga analisis data dan pelaporan, survei yang dilakukan dapat memenuhi standar tertinggi keilmuan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi komunitas penelitian dan pendidikan.

679066ccc40c7-1737516748

Pelatihan dan Sertifikasi Associate Wealth Planner Syariah (AWPS)

BOGOR, 22 Januari 2025 – Pelatihan dan Sertifikasi Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) hadir kembali di Bogor, memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan dalam perencanaan keuangan pribadi berbasis digital yang komprehensif. Program pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta mengelola keuangan, pendapatan, dan pengeluaran secara lebih efektif, serta mewujudkan tujuan keuangan pribadi mereka sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh Financial Planning Standards Board (FPSB).

Pelatihan AWPS akan dilaksanakan pada dua kesempatan berbeda. Pertama, pada Kamis, 9 Januari 2025, dan kedua pada Rabu, 15 Januari 2025. Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing oleh sejumlah trainer yang ahli dan berpengalaman dalam bidang perencanaan keuangan, yaitu Asnan Purba, Lc MPd.I QWP, CWC, Nashr Akbar, M.Ec., CFP, Abdul Mughni, Lc., M.H.I, Dina Diana, M.Si., CFP, dan Putri Syifa Amalia, M.Sc., CFP. Mereka akan membagikan pengetahuan mendalam mengenai perencanaan keuangan dengan pendekatan syariah yang aplikatif dan mudah dipahami.

Materi pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam perencanaan keuangan pribadi, seperti pengelolaan pendapatan, pengeluaran, investasi, dan perencanaan pensiun, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, peserta juga akan diberi akses ke aplikasi My IFPE Syariah, yang memungkinkan mereka untuk langsung mempraktikkan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam perencanaan keuangan pribadi. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh LSPK dan FPSB, serta gelar Associate Wealth Planner (AWP), yang menjadi pengakuan profesional di bidang ini. Keikutsertaan dalam pelatihan ini juga membuka peluang untuk berkarir sebagai perencana keuangan bersertifikat yang kompeten dan terpercaya.

Peserta yang telah mengikuti pelatihan ini memberikan testimoni positif mengenai pengalaman mereka. Salah satunya mengungkapkan, “Masya Allah, sangat berbobot dan mendalam! Semua materi disampaikan dengan sangat jelas dan mudah dipahami.” Selain itu, banyak juga peserta yang merasa antusias dengan pengalaman belajar menggunakan aplikasi, dengan salah satu peserta mengatakan, “Pengalaman baru banget untuk aku belajar keuangan melalui aplikasi ini dan seru banget. Terima kasih banyak, Bu, sukses selalu!”

Dengan mengikuti pelatihan AWPS, peserta dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam perencanaan keuangan pribadi dan meraih tujuan keuangan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan prospek karir di bidang perencanaan keuangan syariah yang semakin berkembang. Pelatihan ini memberi kesempatan untuk belajar dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip syariah dan mendapatkan keahlian yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional.

 

6549ee4ab35ad-1699343946

Langkah Penulisan Proposal Penelitian yang Efektif

Penulisan proposal penelitian yang efektif sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan untuk proyek penelitian Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda dalam menulis proposal penelitian yang baik:

1. Judul Proposal:
  - Pilih judul yang jelas, singkat, dan mencerminkan esensi penelitian Anda.

2. Pendahuluan:
  - Jelaskan latar belakang masalah atau konteks yang mendukung penelitian Anda.
  - Gambarkan relevansi penelitian Anda dan mengapa penelitian ini penting.

3. Rumusan Masalah:
  - Tetapkan masalah penelitian secara spesifik dan jelas.
  - Gambarkan gap dalam pengetahuan yang akan Anda selidiki.

4. Tujuan Penelitian:
  - Jelaskan tujuan utama penelitian Anda, yaitu apa yang ingin Anda capai dengan penelitian ini.

5. Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis:
  - Sediakan pertanyaan penelitian yang akan Anda jawab atau hipotesis yang akan Anda uji dalam penelitian Anda.

6. Tinjauan Pustaka:
  - Ringkas literatur yang relevan dan menjelaskan studi sebelumnya yang terkait dengan topik Anda.
  - Identifikasi gap dalam pengetahuan yang Anda ingin isi dengan penelitian Anda.

7. Kerangka Konseptual:
  - Buat kerangka konseptual yang menjelaskan konsep-konsep kunci dan hubungan antara variabel dalam penelitian Anda.

8. Metode Penelitian:
  - Jelaskan metode yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan data, seperti metode survei, eksperimen, studi kasus, atau analisis dokumen.
  - Gambarkan teknik pengumpulan data dan alat yang akan Anda gunakan.
  - Bahas pendekatan statistik atau analisis yang akan digunakan.
  - Jelaskan bagaimana Anda akan memilih sampel dan mengatasi bias potensial.

9. Jadwal Penelitian:
  - Sediakan jadwal yang mencantumkan tahapan utama penelitian, batas waktu, dan tugas yang harus diselesaikan.

10. Anggaran:
   - Jelaskan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian, termasuk biaya peralatan, biaya perjalanan, dan gaji (jika berlaku).

11. Referensi:
   - Sertakan daftar referensi yang mencakup sumber-sumber yang Anda gunakan dalam proposal.

12. Lampiran:
   - Sertakan lampiran yang relevan, seperti kuesioner, izin subjek penelitian, atau materi tambahan.

13. Penyusunan Proposal:
   - Pastikan proposal Anda ditulis dengan jelas, disusun dengan baik, dan bebas dari kesalahan tata bahasa.

14. Konsultasi dengan Ahli:
   - Mintalah masukan dari kolega, penasihat penelitian, atau ahli yang berpengalaman untuk memperbaiki proposal Anda.

15. Revise dan Edit:
   - Periksa dan edit proposal Anda untuk memastikan bahwa semuanya terstruktur dengan baik dan ringkas.

Penting untuk mengikuti panduan dan persyaratan yang mungkin berlaku di lembaga atau organisasi yang mendukung penelitian Anda. Proposal penelitian yang baik akan membantu Anda meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa penelitian Anda layak untuk didanai dan dilaksanakan.

652cb070a5bad-1697427568

Metodologi Regresi Logistik Pada Penelitian Kuantitatif, Bagaimana Langkah Utamanya?

Metodologi Regresi Logistik digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk memahami dan memodelkan hubungan antara satu atau lebih variabel independen dengan variabel dependen yang bersifat biner (dua kategori). Ini dapat membantu memprediksi probabilitas atau kemungkinan kejadian suatu peristiwa. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam metodologi Regresi Logistik:

1. Perumusan Masalah:
  - Mulailah dengan merumuskan masalah penelitian yang ingin Anda selesaikan. Tentukan variabel independen dan variabel dependen yang akan Anda analisis dalam konteks regresi logistik.

2. Pengumpulan Data:
  - Kumpulkan data yang diperlukan untuk variabel independen dan dependen. Pastikan data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian Anda.

3. Penyusunan Data:
  - Bersihkan dan persiapkan data Anda. Hal ini melibatkan pemrosesan data yang hilang, penanganan outlier, dan pengkodean variabel jika diperlukan.

4. Penentuan Model:
  - Pilih jenis model regresi logistik yang sesuai. Anda dapat memilih regresi logistik biner, multinomial, atau ordinal tergantung pada jenis data yang Anda miliki.

5. Variabel Independen:
  - Pilih variabel independen yang akan dimasukkan ke dalam model. Pastikan variabel tersebut memiliki hubungan teoritis dengan variabel dependen.

6. Estimasi Model:
  - Gunakan perangkat lunak statistik seperti R, Python, atau perangkat statistik lainnya untuk mengestimasi model regresi logistik. Model akan memberikan estimasi koefisien untuk masing-masing variabel independen.

7. Evaluasi Model:
  - Evaluasi kualitas model Anda dengan berbagai metrik seperti R-squared (untuk regresi logistik biner), deviance, AIC, BIC, dan lainnya. Anda juga dapat menggunakan uji goodness-of-fit seperti uji Hosmer-Lemeshow untuk mengukur sejauh mana model sesuai dengan data.

8. Interpretasi Hasil:
  - Interpretasikan koefisien model. Apakah variabel independen berkontribusi secara signifikan terhadap variabel dependen? Apakah arah hubungan positif atau negatif?

9. Validasi Model:
  - Validasi model Anda dengan menggunakan data yang berbeda, jika memungkinkan. Hal ini penting untuk menguji apakah model dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas.

10. Kesimpulan:
   - Tarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis regresi logistik. Jelaskan temuan Anda dan implikasinya dalam konteks penelitian Anda.

11. Pelaporan Hasil:
   - Sajikan hasil analisis regresi logistik dalam laporan penelitian Anda. Sertakan koefisien regresi, statistik pengujian, dan interpretasi dalam laporan.

Metodologi Regresi Logistik adalah alat yang kuat untuk menganalisis dan memodelkan hubungan antara variabel biner. Penting untuk memahami asumsi-asumsi yang mendasari model dan melibatkan statistikian atau ahli statistik jika diperlukan dalam analisis Anda.