Call for paper vol 2 no 2 (2023) Journal of Principles Management and Bussines
More info: https://journal.scimadly.com/index.php/jpmb/annoucments
CALL FOR PAPER JOURNAL OF PRINCIPLES MANAGEMENT AND BUSSINES
Galeri
Data tidak ditemukan
Anda Mungkin Suka
Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran pada PTKI dan Bantuan Litapdimas (Pendukung Mutu Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat) pada Satuan Kerja Diktis Tahun Anggaran 2023
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 153 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Program Bantuan Litapdimas (Pendukung Mutu
Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun Anggaran 2023, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) membuka pendaftaran Bantuan
Penelitian Berbasis SBK pada PTKI dan Bantuan Litapdimas yang akan dibiayai di
tahun anggaran 2023. Bantuan ini akan dilakukan pendaftaran, proses penilaian hingga
pengumuman nomine di tahun anggaran 2023 dengan rencana jadwal sebagai berikut:
| No | Uraian Kegiatan | Waktu |
| 1 | Pengumuman dan Sosialisasi | 02-05 Juni 2023 |
| 2 | Registrasi Proposal dan Submit | 05 Juni - 03 Juli 2023 |
| 3 | Seleksi Administrasi (Desk Evaluation) | 03 Juli - 17 Juli 2023 |
| 4 | Penilaian Reviewer | 17-31 Juli 2023 |
| 5 | Pengumuman Calon Nomine | 07 Agustus 2023 |
| 6 | Seminar Proposal | 21-23 Agustus 2023 |
| 7 | Pengumuman Penerima Bantuan | 31 Agustus 2023 |
2. Klaster yang dibuka dan penerima Bantuan Penelitian Berbasis SBK pada PTKI dan Bantuan Litapdimas Tahun Anggaran 2023.
3. Proses mulai pendaftaran, seleksi, penetapan hingga laporan bantuan dilakukan secara online dan unggahan berkas (softcopy/paperless) pada aplikasi yang diakses melalui laman https://litapdimas.kemenag.go.id dan/atau melalui web service masing-masing PTKIN yang terkoneksi dengan laman litapdimas.
4. Pendaftaran proposal semua bantuan sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) akan ditutup pada Senin, 03 Juli 2023 pukul 23:59 WIB. Ketentuan lebih lanjut mengenai masing-masing bantuan dapat dilihat pada Petunjuk Teknis Program Bantuan terlampir.
5. Penyelenggaraan program bantuan ini akan dibebankan pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2023 yang tahap penetapan penerima bantuan dan
pencairannya menunggu setelah dipastikan tidak terjadi refocusing anggaran dan dibukanya blokir anggaran oleh Kementerian Keuangan.
6. Penyelenggaraan program bantuan ini tidak ada pungutan apapun yang dibebankan kepada para pengusul bantuan.
7. Sehubungan dengan hal di atas, diharap Bapak/Ibu Rektor/Ketua PTKIN/PTKIS dan Pimpinan Kopertais untuk menyampaikan informasi ini dan mendorong agar civitas akademika di lingkungan PTKI yang bersangkutan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kejelasan tindak lanjut bantuan ini, kami mengundang para civitas akademika di lingkungan PTKI untuk mengikuti sosialisasi program Bantuan Penelitian Berbasis SBK
pada PTKI dan Bantuan Litapdimas Tahun Anggaran 2023 secara daring melalui platform zoom meeting yang akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal : Selasa, 06 Juni 2023
Waktu : 10:00 s/d 12:00 WIB
Zoom Meeting ID : 816 8902 5005
(Log in Pukul 09:45 WIB)
Join Zoom Meeting : https://bit.ly/SosialisasiLitapdimas2023
Passcode : Litapdimas
8. Hal-hal yang belum diatur akan diinformasikan lebih lanjut dan dapat dilihat pada
http://diktis.kemenag.go.id/ dan http://litapdimas.kemenag.go.id.
LANGKAH UTAMA DALAM METODOLOGI ANALISIS SURVEI LONGITUDINAL PADA PENELITIAN KUANTITATIF
Analisis Survei Longitudinal adalah salah satu metode dalam metodologi kuantitatif yang digunakan untuk memahami perubahan atau perkembangan suatu fenomena atau variabel dari waktu ke waktu dalam sampel yang sama. Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam metodologi Analisis Survei Longitudinal:
Penentuan Tujuan Penelitian: Tentukan secara jelas tujuan penelitian Anda yang berkaitan dengan perubahan atau perkembangan variabel dari waktu ke waktu. Apa yang ingin Anda pelajari dari data survei longitudinal ini?
Pemilihan Dataset Longitudinal: Identifikasi dan peroleh dataset longitudinal yang sesuai dengan pertanyaan penelitian Anda. Pastikan dataset tersebut mencakup pengukuran yang dilakukan pada waktu yang berbeda untuk subjek yang sama.
Eksplorasi Data Awal: Lakukan eksplorasi data awal untuk memahami struktur data dan distribusi variabel di berbagai titik waktu. Ini termasuk memeriksa nilai yang hilang, outliers, dan tren yang mungkin muncul dari waktu ke waktu.
Persiapan Data: Bersihkan dan persiapkan data, termasuk penanganan nilai yang hilang, pemilihan variabel yang relevan, dan pengkodean ulang jika diperlukan.
Analisis Deskriptif: Lakukan analisis deskriptif untuk memahami karakteristik data di setiap titik waktu. Ini bisa melibatkan perhitungan statistik deskriptif seperti rata-rata, deviasi standar, dan distribusi frekuensi.
Model Analisis Longitudinal: Pilih model analisis longitudinal yang sesuai untuk pertanyaan penelitian Anda. Ini bisa termasuk model regresi longitudinal, analisis varians longitudinal, atau model-mdoel lain yang cocok dengan data Anda.
Estimasi Parameter: Gunakan model yang Anda pilih untuk mengestimasi parameter-parameter yang relevan, seperti koefisien regresi longitudinal atau efek waktu.
Uji Hipotesis: Lakukan uji hipotesis untuk menguji apakah perubahan dari waktu ke waktu signifikan secara statistik. Ini melibatkan penggunaan uji statistik yang sesuai dengan model Anda.
Interpretasi Hasil: Interpretasikan hasil analisis longitudinal Anda. Jelaskan apakah ada perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu dan bagaimana hal ini berkaitan dengan tujuan penelitian Anda.
Simpulkan Penelitian Anda: Buat kesimpulan tentang apa yang telah Anda pelajari dari analisis survei longitudinal ini. Sertakan implikasi hasil Anda dalam konteks penelitian Anda.
Laporan Penelitian: Sajikan hasil analisis survei longitudinal Anda dalam laporan penelitian yang sistematis. Sertakan grafik, tabel, dan interpretasi yang mendukung temuan Anda.
Diskusi dan Kesimpulan Akhir: Diskusikan keterbatasan-keterbatasan analisis longitudinal Anda dan saran untuk penelitian lanjutan. Buat kesimpulan akhir yang merangkum temuan Anda.
Metodologi Analisis Survei Longitudinal memungkinkan Anda untuk memahami perubahan dan perkembangan fenomena atau variabel dari waktu ke waktu dengan menggunakan data survei yang sama. Pastikan Anda mengikuti prosedur analisis yang tepat dan memperhatikan asumsi-asumsi yang relevan dengan model analisis longitudinal yang Anda pilih.
Apa Saja Metodologi Dalam Penelitian Kualitatif?
Metodologi penelitian kualitatif melibatkan serangkaian langkah dan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data kualitatif. Berikut adalah beberapa metodologi yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif:
1. Penelitian Lapangan (Field Research): Penelitian lapangan melibatkan pengamatan langsung dan interaksi dengan subjek penelitian dalam lingkungan alami mereka. Metode ini dapat mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pencatatan catatan lapangan.
2. Wawancara Kualitatif: Wawancara kualitatif melibatkan percakapan mendalam antara peneliti dan subjek penelitian. Wawancara ini sering kali bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tak terstruktur, tergantung pada tujuan penelitian.
3. Pengamatan: Metode pengamatan melibatkan pemantauan langsung terhadap perilaku, interaksi, atau situasi tertentu tanpa intervensi langsung. Ini dapat mencakup pengamatan partisipatif atau pengamatan non-partisipatif.
4. Analisis Dokumen: Penelitian kualitatif juga dapat melibatkan analisis dokumen seperti teks, laporan, jurnal, surat, dan materi tertulis lainnya. Peneliti menganalisis dokumen-dokumen ini untuk memahami isinya dan mengidentifikasi pola atau temuan kualitatif.
5. Pendekatan Studi Kasus: Metode studi kasus digunakan untuk memahami konteks yang mendalam dari satu kasus atau beberapa kasus terbatas. Ini sering digunakan untuk menginvestigasi fenomena yang kompleks dan unik.
6. Analisis Konten: Analisis konten adalah pendekatan sistematis untuk menganalisis isi teks, gambar, atau materi media lainnya. Peneliti mencari pola, tema, dan makna dalam data yang dikumpulkan.
7. Grounded Theory: Pendekatan teori terkait (grounded theory) bertujuan untuk mengembangkan teori yang muncul secara induktif dari data yang dikumpulkan. Ini sering digunakan untuk menggali makna dalam data kualitatif.
8. Pendekatan Etnografi: Etnografi melibatkan penelitian yang mendalam dan panjang di dalam komunitas atau kelompok tertentu. Peneliti menjadi bagian dari komunitas tersebut untuk memahami budaya, norma, dan nilai-nilai yang ada.
9. Pendekatan Fenomenologi: Pendekatan fenomenologi berfokus pada pemahaman mendalam tentang pengalaman subjek. Peneliti mencari makna yang terkandung dalam pengalaman individu atau kelompok.
10. Metode Triangulasi: Metode ini melibatkan penggunaan beberapa metode kualitatif dalam satu penelitian untuk memastikan keandalan dan validitas temuan.
Metodologi penelitian kualitatif dipilih berdasarkan pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan jenis data yang akan dikumpulkan. Kombinasi berbagai metode kualitatif sering kali digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti.
Cara Kerja Teknologi Blockchain untuk Keamanan Peer Review
Teknologi blockchain digunakan dalam keamanan peer review untuk memberikan transparansi, keandalan, dan ketidakbisaan terhadap manipulasi data atau proses penilaian. Berikut adalah cara kerja teknologi blockchain dalam konteks keamanan peer review:
1. Distributed Ledger:
- Blockchain menggunakan ledger terdistribusi yang dipegang oleh sejumlah besar peserta (node) dalam jaringan.
- Informasi mengenai setiap tahapan proses peer review dan metrik transparansi disimpan secara terdesentralisasi di seluruh jaringan.
2. Integritas Data:
- Setiap blok dalam rantai terkait dengan blok sebelumnya melalui fungsi kriptografis, menciptakan hubungan yang tidak dapat diubah antara setiap blok.
- Ini memastikan integritas data, sehingga tidak mungkin memanipulasi atau mengganti blok-blok sebelumnya tanpa mengubah seluruh rantai.
3. Proses Identifikasi Terdesentralisasi:
- Sistem menggunakan kunci kriptografis untuk memberikan identitas unik kepada setiap peserta di jaringan.
- Identitas terdesentralisasi ini memastikan bahwa setiap peserta dapat diverifikasi tanpa kebutuhan otoritas pusat atau lembaga kepercayaan.
4. Smart Contracts:
- Kontrak pintar (smart contracts) dapat diterapkan dalam blockchain untuk mengotomatisasi aspek-aspek tertentu dari proses peer review, seperti pengiriman artikel, penugasan penelaian, atau pemberian umpan balik.
- Smart contracts memastikan eksekusi yang tepat dan transparan tanpa kebutuhan untuk perantara.
5. Keamanan dan Enkripsi:
- Data yang disimpan dalam blok blockchain dienkripsi menggunakan kriptografi yang kuat.
- Kunci pribadi dan publik digunakan untuk memberikan tingkat keamanan tambahan, memastikan bahwa hanya pihak yang berhak dapat mengakses informasi tertentu.
6. Token Ekonomi:
- Penerapan token ekonomi atau kripto dapat memberikan insentif kepada penilai dan penulis untuk berpartisipasi dalam proses peer review.
- Token dapat diberikan sebagai pengakuan atau kompensasi untuk kontribusi yang berharga dalam meningkatkan kualitas penelitian.
7. Transparansi dan Trackability:
- Setiap entitas dalam jaringan memiliki visibilitas penuh terhadap setiap tindakan yang terjadi dalam proses peer review.
- Ini menciptakan tingkat transparansi dan pelacakan yang tinggi, memungkinkan peninjauan dan audit yang lebih efektif.
8. Desentralisasi Keputusan:
- Keputusan terkait penerimaan atau penolakan artikel dapat melibatkan seluruh jaringan, dengan mekanisme voting atau konsensus yang terdesentralisasi.
- Ini memastikan keputusan diambil dengan melibatkan banyak pihak, mengurangi risiko bias atau manipulasi.
9. Timestamp:
- Setiap blok dalam rantai memiliki timestamp yang terkait dengan waktu penciptaan. Ini memungkinkan untuk mengonfirmasi urutan kejadian dan mengatasi masalah sehubungan dengan waktu dan prioritas.
10. Ketidakbisaan dan Keamanan:
- Dengan sifat terdesentralisasi dan enkripsi yang kuat, teknologi blockchain memberikan ketidakbisaan terhadap manipulasi dan serangan, menghadirkan lapisan keamanan tambahan dalam proses peer review.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, keamanan dan transparansi dalam proses peer review dapat ditingkatkan, mengatasi beberapa tantangan yang mungkin terjadi dalam proses konvensional.