- Peran Jurnal Ilmiah dalam Advokasi Pengetahuan Global
- 1.Penyebaran Pengetahuan
- Jurnal ilmiah berperan sebagai saluran utama untuk menyebarkan pengetahuan baru dan temuan penelitian kepada komunitas ilmiah global. Ini membantu mengatasi batasan geografis dan mendukung pertukaran ide secara internasional.
- 2.Pengakuan dan Reputasi
- Publikasi dalam jurnal ilmiah memberikan pengakuan akademis kepada peneliti dan memberi reputasi pada institusi atau negara asal. Ini mendorong persaingan sehat dalam produksi pengetahuan yang berkualitas.
- 3.Pendorong Inovasi
- Jurnal ilmiah menjadi katalisator untuk inovasi dengan menyediakan platform bagi peneliti untuk membagikan ide baru, metode, dan temuan. Ini membantu mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.
- 4.Kolaborasi dan Jaringan
- Publikasi dalam jurnal ilmiah memfasilitasi kolaborasi antarpeneliti dari berbagai negara. Ini memperluas jaringan ilmiah, mempromosikan kerjasama, dan menciptakan komunitas global yang saling mendukung.
- 5.Pengaruh pada Kebijakan
- Artikel jurnal ilmiah dapat memiliki dampak pada pembuatan kebijakan, terutama ketika temuan penelitian relevan dengan isu-isu global. Hal ini memperkuat peran jurnal ilmiah sebagai sumber informasi penting bagi pengambil kebijakan.
- 6.Peningkatan Literasi Ilmiah
- Jurnal ilmiah berkontribusi pada peningkatan literasi ilmiah di tingkat global. Pembaca dari berbagai latar belakang dapat mengakses dan memahami hasil penelitian terkini, meningkatkan pemahaman mereka tentang ilmu pengetahuan.
- 7.Penyeimbang Informasi
- Dalam era informasi yang cepat, jurnal ilmiah berperan sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya dan diverifikasi. Ini membantu mencegah penyebaran informasi palsu atau tidak akurat.
- 8.Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
- Jurnal ilmiah sering kali mencakup penelitian yang mendukung pembangunan berkelanjutan, menghadirkan solusi untuk tantangan global seperti perubahan iklim, keberlanjutan energi, dan kesehatan masyarakat.
- 9.Pemecahan Masalah Global
- Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dapat memberikan wawasan dan solusi untuk masalah global seperti pandemi, kemiskinan, dan ketidaksetaraan, memberikan kontribusi nyata terhadap pemecahan masalah di tingkat global.
- 10.Memotivasi Generasi Muda
- Jurnal ilmiah memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam penelitian dan mengejar karir di bidang ilmu pengetahuan, mendorong pertumbuhan dan perkembangan keilmuan di seluruh dunia.
- Melalui peran-peran ini, jurnal ilmiah memiliki dampak signifikan dalam memajukan pengetahuan global, membentuk kebijakan, dan mendukung pembangunan ilmiah di berbagai negara.
Peran Jurnal Ilmiah dalam Advokasi Pengetahuan Global
Galeri
Data tidak ditemukan
Anda Mungkin Suka
Monday Forum: Pengenalan Platform Baru LPPM
📌 MONDAY FORUM 📌
🕰 Senin,12 Juni 2023/23 Dzulqa'dah 1444 H
⏳ 09.30 - 11.00 WIB
📚 Seri 016📚
*Pengenalan Platform Baru LPPM*
🧑🏻🎓 Speaker: *Dr. Nur Hendrasto M.Si., CPC*
_Dosen IAI Tazkia_
_Direktur Lppm IAI Tazkia_
🎙 Zoom Meeting 🎙
https://us02web.zoom.us/j/8625617759?pwd=czBqQmxyYm1lcGpDSTM1V3NKME80Zz09
Meeting ID : 862 561 7759
Passcode : amanah
Organized by:
Institute of Research and Community Empowerment
PELATIHAN AL-QUR'AN BERBASIS BAHASA ISYARAT
"Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (HR Al-Qadlaa'iy).
Pembicara: Rama Syahti, MM Ketua Umum MTTI (Majelis Ta'lim Tuli Indonesia)
Mengurai Konflik Agraria dalam Bayang-Bayang Pembangunan IKN: Pendekatan Hukum dan Ruang Deliberasi
Indonesia Kita (IKN), sebuah visi ambisius untuk membangun infrastruktur modern yang meliputi transportasi, energi, telekomunikasi, dan sektor-sektor kunci lainnya, telah menjadi fokus utama pembangunan nasional. Namun, di balik janji kemajuan ekonomi dan sosial, pembangunan ini juga memunculkan konflik agraria yang kompleks. Konflik ini terjadi ketika proyek-proyek infrastruktur seperti IKN mengambil alih tanah yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, terutama masyarakat adat, untuk kehidupan mereka.
Latar Belakang Konflik Agraria dalam Konteks IKN
Konflik agraria merupakan konfrontasi antara pihak-pihak yang memiliki hak atas tanah dengan pihak-pihak yang memperjuangkan pembangunan infrastruktur atau proyek ekonomi. Di Indonesia, pertentangan ini sering kali melibatkan masyarakat adat yang mendiami dan mengelola tanah secara tradisional, dan pemerintah serta perusahaan swasta yang membangun infrastruktur modern seperti jalan raya, bendungan, atau pabrik.
Pembangunan IKN, dengan skala dan dampaknya yang besar, sering kali menimbulkan tantangan hukum yang signifikan. Konflik ini mencerminkan ketegangan antara aspirasi untuk pertumbuhan ekonomi dan perlindungan hak-hak tradisional masyarakat adat, serta keberlanjutan lingkungan.
Ruang Deliberasi Hukum sebagai Solusi Potensial
Ruang deliberasi hukum merujuk pada proses dialog dan diskusi yang inklusif antara semua pihak yang terlibat dalam konflik agraria. Tujuan utamanya adalah mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan melalui pemahaman mendalam terhadap perspektif dan kepentingan masing-masing pihak. Dalam konteks pembangunan IKN, ruang deliberasi hukum menjadi penting untuk menemukan solusi yang mengakomodasi kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Metodologi Penelitian Hukum yang Relevan
1. Studi Kasus
Studi kasus adalah pendekatan yang tepat untuk memahami konflik agraria dalam konteks proyek IKN di lokasi tertentu. Studi ini akan melibatkan analisis mendalam terhadap dinamika konflik, kebijakan hukum yang berlaku, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal dan lingkungan.
2. Analisis Regulasi Hukum
Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi kerangka hukum yang mengatur pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk regulasi hak atas tanah, hak-hak masyarakat adat, dan mekanisme penyelesaian sengketa agraria. Dengan memahami regulasi ini secara mendalam, kita dapat mengidentifikasi celah dan tantangan dalam perlindungan hak-hak masyarakat adat.
3. Wawancara dan Fokus Group
Melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik agraria, seperti masyarakat adat, pemerintah daerah, perusahaan, dan LSM, dapat memberikan perspektif yang beragam tentang masalah yang dihadapi dan harapan mereka terhadap proses ruang deliberasi hukum yang lebih inklusif.
4. Analisis Dokumen dan Konten
Analisis terhadap dokumen hukum seperti keputusan pengadilan, dokumen kebijakan pemerintah, serta laporan dari organisasi masyarakat sipil, penting untuk memahami pola dalam penegakan hukum dan implementasi kebijakan yang mempengaruhi konflik agraria terkait IKN.
Studi Kasus: Konflik Agraria di Lokasi Proyek IKN
Misalnya, studi kasus dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi hukum yang ada diterapkan dalam penyelesaian konflik agraria di lokasi proyek IKN tertentu. Studi ini akan melibatkan analisis kebijakan yang ada, implementasinya, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal dan lingkungan.
Tantangan dan Kesempatan
Pembangunan IKN memberikan peluang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia. Namun, untuk mencapai tujuan ini secara berkelanjutan dan inklusif, penting untuk menangani konflik agraria dengan bijaksana. Melalui pendekatan ruang deliberasi hukum yang efektif, kita dapat memastikan bahwa proses pembangunan infrastruktur menghormati hak-hak masyarakat adat, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Komunikasi dan dialog dianggap setara, dengan tujuan menciptakan lingkungan di mana tidak ada dominasi atau tekanan yang diberlakukan oleh negara terhadap masyarakat lokal. Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai konsensus baru yang lebih adil dan inklusif, di mana semua pihak terlibat merasa dihargai dan memiliki peran aktif dalam mencapai solusi yang dapat diterima secara bersama-sama.
Dengan demikian, ruang demokratis deliberatif menjadi penting dalam menangani konflik agraria, karena tidak hanya memungkinkan berbagai sudut pandang dan kepentingan untuk didengarkan, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan memperhatikan nilai-nilai demokratis dan keadilan sosial dalam konteks pembangunan nasional seperti IKN.
Pemilihan metodologi penelitian hukum yang tepat dan implementasi ruang deliberasi hukum yang inklusif akan menjadi kunci untuk mengatasi konflik agraria yang muncul dalam konteks pembangunan IKN. Hal ini bukan hanya tentang menyelesaikan konflik, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keadilan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Indonesia.
TURIN ISLAMIC ECONOMIC FORUM ONLINE WORKSHOP
CALL FOR PAPERS
TIEF-EJIF Virtual Workshop is coming. Submit your abstract and full paper until August 25th, 2023
Following the success of the past five editions of the Turin Islamic Economic Forum (TIEF) and European Journal of Islamic Finance Workshop, we are organizing a new virtual workshop to contribute to the knowledge of the broad Islamic economics and finance themes as:
1. Accounting for Islamic finance rules
2. Islamic finance tools
3. Asset management and infrastructures
4. ESG Islamic finance
5. Smart cities in Islamic worlds
6. New technologies for Islamic financial management
7. Islamic central banking system
8. Halal food and beverage issues
9. Halal tourism
CONFERENCE LANGUAGE & SUBMISSION Authors are invited to submit their full papers in English using Word format. Both theoretical and empirical papers are considered. Submissions should be made through email: [email protected]
PUBLICATION OPPORTUNITY
Selected papers presented at the conference will be published in a special issue of the European Journal of Islamic Finance (ISSN: 2421-2172).
IMPORTANT DATES
- Abstract deadline: 14 July 2023
- Full paper deadline: 23 October 2023
- Notifications: Within eight days after the abstract and then paper submission by the scientific committee.
- Registrations: 31 October - 20 November 2023
- Full paper virtual presentations by the author(s): 23 November 2023
REGISTRATION FEES
Free
Detail Info: