• Home
  • Berita
  • Kunjungan ke Forum Pesantren Palembang, Direktur LPPM diajak sharing ke 2 ponpes dengan tema "Young Muslimpreneur: Membangun Negeri dengan Islamic Startup"

64d0672c6774f-1691379500

Kunjungan ke Forum Pesantren Palembang, Direktur LPPM diajak sharing ke 2 ponpes dengan tema "Young Muslimpreneur: Membangun Negeri dengan Islamic Startup"

admin 7 Agt 2023

Rabu-Kamis, 02-03 Agustus 2023 telah dilaksanakan kegiatan sharing session oleh direktur LPPM Dr. Hendrasto M.Si., CPC dengan tema  "Young Muslimpreneur: Membangun Negeri dengan Islamic Startup" di Pondok pesantren Nurul Huda Sukawinatan dan Pondok pesantren Al Khoir Palembani.

Kegiatan Sharing Session ini bertujuan untuk menciptakan pengusaha Muslim muda yang tangguh dan sesuai Syariah, Menciptakan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran, Mengambil peran untuk kebangkitan ekonomi umat. Muslimpreneur merupakan konsep berwirausaha halalan thayyiban, karena nilai yang dianutnya adalah perilaku jujur dan amanah sehingga dinilai cocok bagi generasi muda khususnya kalangan santri ataupun mahasiswa.

Anda Mungkin Suka

6549ed0f8d87c-1699343631

Panduan Memulai Penelitian: Langkah-langkah Dasar dan Prinsip-prinsipnya

Berikut ini adalah panduan singkat mengenai langkah-langkah dasar dan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan saat memulai sebuah penelitian:

1. Identifikasi Topik Penelitian:
  - Pilih topik penelitian yang sesuai dengan minat dan tujuan Anda.
  - Pastikan topik tersebut relevan dan memiliki kontribusi terhadap bidang pengetahuan yang lebih luas.

2. Tinjauan Pustaka:
  - Lakukan tinjauan pustaka untuk memahami penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang topik yang Anda pilih.
  - Identifikasi celah pengetahuan (gap) yang masih ada dalam penelitian yang ada.

3. Perumusan Pertanyaan Penelitian:
  - Bentuk pertanyaan penelitian yang jelas dan spesifik yang akan dijawab oleh penelitian Anda.
  - Pastikan pertanyaan penelitian Anda terkait dengan gap dalam pengetahuan yang telah Anda identifikasi.

4. Rancang Metode Penelitian:
  - Pilih metode penelitian yang sesuai dengan pertanyaan penelitian Anda, seperti kualitatif, kuantitatif, atau campuran.
  - Rencanakan teknik pengumpulan data yang akan Anda gunakan, seperti wawancara, survei, observasi, atau analisis dokumen.

5. Pengumpulan Data:
  - Lakukan pengumpulan data sesuai dengan rencana penelitian Anda.
  - Pastikan data yang Anda kumpulkan relevan dan akurat.

6. Analisis Data:
  - Proses data yang Anda kumpulkan menggunakan alat analisis yang sesuai.
  - Interpretasikan hasil analisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda.

7. Penulisan Laporan Penelitian:
  - Buat laporan penelitian yang sistematis dan sesuai dengan standar akademik.
  - Sertakan ringkasan, pendahuluan, metodologi, hasil, dan kesimpulan.

8. Etika Penelitian:
  - Ikuti prinsip-prinsip etika penelitian, seperti perlindungan subjek penelitian, integritas data, dan pengakuan sumber informasi.

9. Peer Review:
  - Setelah menyelesaikan laporan penelitian, ajukan hasil penelitian Anda untuk di-review oleh rekan sejawat (peer review) untuk mendapatkan umpan balik dan validasi.

10. Publikasi dan Diseminasi:
   - Publikasikan hasil penelitian Anda di jurnal ilmiah atau forum yang relevan.
   - Bagikan temuan Anda dengan komunitas ilmiah dan masyarakat melalui presentasi, seminar, atau media sosial.

Selama proses penelitian, penting untuk selalu menjaga integritas dan kualitas penelitian Anda. Pastikan Anda memahami prinsip-prinsip dasar dan metode yang relevan dengan jenis penelitian yang Anda lakukan.

650d433597c6f-1695367989

ULASAN SINGKAT METODE KUANTITATIF

Metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang mengumpulkan data berupa angka dan melakukan analisis statistik untuk menghasilkan informasi yang objektif dan dapat diukur. Berikut adalah beberapa poin penting tentang metode kuantitatif secara singkat:

 

Tujuan: Metode ini digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel, mengidentifikasi pola, dan membuat generalisasi berdasarkan data numerik.

Desain Penelitian: Penelitian kuantitatif seringkali melibatkan desain eksperimen atau survei. Data dikumpulkan melalui instrumen seperti kuesioner, tes, atau observasi terstruktur.

Sampling: Penelitian kuantitatif sering menggunakan sampel yang mewakili populasi yang lebih besar. Sampling yang baik sangat penting untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya.

Analisis Data: Data dikumpulkan dalam bentuk angka dan kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik seperti regresi, uji hipotesis, atau analisis varian untuk mengidentifikasi pola atau hubungan yang signifikan.

Objektivitas: Metode ini berusaha untuk menghindari pengaruh peneliti dalam pengumpulan dan analisis data, sehingga hasilnya lebih obyektif.

Replikasi: Penelitian kuantitatif seringkali mendorong replikasi atau pengulangan studi oleh peneliti lain untuk memeriksa keabsahan temuan.

Hasil: Hasil dari penelitian kuantitatif biasanya disajikan dalam bentuk angka, tabel, grafik, atau statistik deskriptif.

Keuntungan: Metode kuantitatif memungkinkan generalisasi yang lebih kuat, memungkinkan pengujian hipotesis secara sistematis, dan dapat memberikan hasil yang lebih obyektif dan dapat diukur.

Keterbatasan: Metode ini cenderung mengabaikan konteks dan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti, serta terbatas dalam menangani aspek kualitatif atau nuansamenjadi objektif.

Contoh: Misalnya, sebuah penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur pengaruh faktor-faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, dan usia terhadap tingkat penghasilan dalam sebuah populasi.

 

Metode kuantitatif adalah salah satu pendekatan yang populer dalam ilmu sosial, ilmu alam, dan berbagai bidang penelitian lainnya untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan menghasilkan informasi yang dapat diukur secara empiris.

6502893258882-1694665010

4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

Batas pengajuan proposal Penelitian jatuh pada 19 September 2023, 23:59 BST.

Pengajuan dilakukan melalui https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs dengan mengisi template yang berlaku. Untuk proposal yang berkaitan dengan tema Y-RISE, peneliti dapat menggunakan Y-RISE pada bagian kata kunci yang ada pada form pengajuan. Persyaratan ketua peneliti dan sebagainya dapat dicek pada laman berikut:

Persyatan: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Kriteria Negara Pengusul: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Cara Pengajuan: https://steg.cepr.org/funding/how-apply-online

Persiapan proposal: https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs/how-apply-lrg

Surat Pengumuman: STEG LRG 4 Call Text

Panduan Pengusulan: STEG LRG Applicant Guide_2

 

More info: https://research.binus.ac.id/2023/09/4th-call-for-proposal-steg-larger-research-grants/

65333b227e751-1697856290

Pelaksaaan Wawancara kualitatif, Persiapan hal berikut!

Wawancara kualitatif adalah metode penting dalam penelitian kualitatif yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pandangan, pengalaman, dan perspektif subjek penelitian. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan wawancara kualitatif:

1. Persiapan:
  - Tentukan tujuan wawancara: Pahami tujuan penelitian Anda dan pertanyaan yang ingin Anda jawab melalui wawancara.
  - Identifikasi subjek penelitian: Pilih partisipan atau informan yang relevan dan memiliki pengetahuan tentang topik penelitian.
  - Buat daftar pertanyaan: Siapkan daftar pertanyaan yang relevan dan terkait dengan tujuan penelitian. Pertanyaan harus terbuka dan dirancang untuk memungkinkan informan berbicara secara mendalam.
  - Rencanakan lokasi dan waktu: Tentukan tempat dan waktu yang nyaman untuk informan dan Anda sendiri.

2. Membangun Hubungan:
  - Jelaskan tujuan wawancara: Saat memulai wawancara, jelaskan kepada informan tujuan Anda dan bagaimana data akan digunakan.
  - Ciptakan suasana yang nyaman: Pastikan informan merasa nyaman dan rileks selama wawancara.
  - Bangun hubungan interpersonal: Pertimbangkan untuk membangun hubungan positif dengan informan, sehingga mereka merasa terbuka untuk berbagi.

3. Pelaksanaan Wawancara:
  - Mulailah dengan pertanyaan pengantar: Mulai dengan pertanyaan ringan atau pertanyaan pengantar untuk membangun alur wawancara.
  - Dengarkan dengan aktif: Dengarkan dengan penuh perhatian terhadap apa yang diungkapkan oleh informan. Biarkan informan berbicara tanpa terlalu banyak interupsi.
  - Ajukan pertanyaan yang mendalam: Ajukan pertanyaan terbuka yang mendorong informan untuk menjelaskan pemikiran, pengalaman, dan pandangan mereka secara rinci.
  - Catat catatan: Ambil catatan selama wawancara atau gunakan perangkat perekam, tetapi pastikan Anda memiliki izin dari informan untuk merekam.

4. Fleksibilitas:
  - Bersikap fleksibel: Terkadang informan dapat membuka pintu untuk topik baru atau informasi yang tidak Anda antisipasi. Bersikap fleksibel dan reaktif terhadap arah wawancara.

5. Penutupan:
  - Tanyakan pertanyaan terakhir: Sebelum menutup wawancara, pastikan Anda mengajukan pertanyaan terakhir, seperti, "Apa yang ingin Anda tambahkan?"
  - Berterima kasih: Sampaikan terima kasih kepada informan atas waktu dan kontribusinya dalam wawancara.

6. Analisis Data:
  - Setelah wawancara selesai, analisis data yang diperoleh. Transkripsi wawancara jika perlu, dan identifikasi pola, tema, atau temuan kualitatif.

7. Validasi:
  - Kembali kepada informan: Jika memungkinkan, kembalilah kepada informan untuk memverifikasi atau memvalidasi temuan Anda.

8. Penulisan Laporan:
  - Sajikan temuan Anda dalam laporan penelitian dengan jelas dan memadai. Gunakan kutipan langsung untuk mendukung temuan Anda.

9. Diseminasi:
  - Publikasikan hasil penelitian jika diperlukan dan sesuai dengan tujuan penelitian Anda.

Wawancara kualitatif memerlukan keterampilan mendengarkan yang baik, kemampuan untuk membangun hubungan dengan informan, dan kesabaran dalam mendapatkan informasi yang relevan dan mendalam.