Perkembangan teknologi blockchain dan cryptocurrency telah menghadirkan tantangan baru dalam hukum muamalah Islam, khususnya dalam menentukan status kehalalan instrumen keuangan digital yang tidak dikenal dalam literatur fiqh klasik. Artikel ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum cryptocurrency berdasarkan kaidah fiqh al-aslu fil muamalah ibahah serta menelaah implikasi ijma ulama yang ditetapkan dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, tipologis, dan komparatif. Cryptocurrency diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu utility token, security token, asset-backed token, DeFi token, dan non-fungible token (NFT), yang masing-masing dianalisis secara sistematis melalui aspek definisional, operasional, syar’i, dan kesesuaiannya dengan keputusan ijma ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency tidak dapat dinilai secara generalisasi, melainkan harus ditentukan secara diferensiatif berdasarkan fungsi, karakteristik, dan underlying asset-nya. Utility token dan security token berpotensi halal apabila memenuhi syarat sil‘ah, memiliki manfaat nyata, serta tidak mengandung unsur gharar, maysir, dan riba. Sebaliknya, cryptocurrency yang bersifat spekulatif murni dan tidak memiliki dasar manfaat yang jelas cenderung bertentangan dengan prinsip syariah. Temuan ini menegaskan bahwa kaidah al-aslu fil muamalah ibahah tetap relevan sebagai kerangka metodologis dalam merespons inovasi keuangan digital, dengan tetap mengedepankan maqasid syariah dan kehati-hatian hukum .
Penelitian
Menelaah Ijma Ulama tentang Crypto Currency dari Sudut Pandang Kaidah Muamalah Al-Aslu Fil Muamalah Ibahah
SINTA 3
Index Akreditasi Jurnal: International Journal Indexed (Copernicus dan / atau DOAJ)
Tanggal Publikasi: 3 Jan 2026
Abstrak
Keyword
Cryptocurrency, Al-Aslu Fil Muamalah Ibahah, Ijma Ulama, Hukum Muamalah, Aset Digital Syariah
Sitasi
Abdalla, U. A. (2022). Jelaskan hukum muamalah, Gus Ulil: Semuanya dibolehkan selama tidak ada larangan. NU Online. https://nu.or.id/nasional/jelaskan-hukum-muamalah-gus-ulilsemuanya-dibolehkan-selama-tidak-ada-larangan-8lN1R
Abdillah, H. (2023). Hukum cryptocurrency sebagai mata uang dan investasi dalam perspektif Islam. Jurnal Ekonomi Islam, 11(2), 156-172.
Abdillah, H. (2023). Hukum cryptocurrency sebagai mata uang dan sebagai komoditas: Analisis fatwa MUI tentang hukum cryptocurrency. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(3), 2756-2767.
Aini, F. N., & Julina. (2025). Blockchain sebagai solusi transparansi dalam keuangan syariah. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12), 494-498.
Aminin, R. I. (2024). Analisis implementasi teknologi blockchain dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan transaksi keuangan perbankan syariah Indonesia. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah: AICONOMIA, 3(2), 92-106.
Arfa, M. (2018). Pendekatan normatif sebagai metodologi penelitian hukum Islam. Al-Fatih: Jurnal Hukum dan Syariah, 10(2), 45–58.
Barzan, M. (2023). Analisis terhadap putusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang ke-7 tentang mata uang digital (cryptocurrency) perspektif hukum Islam. Jurnal Syariah dan Hukum, 15(1), 78-95.
Benali, F. Z. (2025). The algorithmic fiqh: Qiyas and the cryptocurrency paradigm. Indonesian Journal of Islamic Law, 8(1), 1-29.
Darmalaksana, H. (2022). Metodologi penelitian hukum normatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi, M. (2023). Halal atau haram cryptocurrency sebagai alat transaksi dalam perspektif hukum Islam. Saqifah: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 5(2), 234-251.
Gustanto, E. S. (2023). Kaidah fikih "Al-Ashlu fi al-asyya' al-ibahah" dalam konteks ekonomi dan bisnis syariah. Tamaddun Journal of Islamic Studies, 2(2), 81-93.
Habel, M. (2023). Analisis kaidah-kaidah fiqih muamalah dan implementasinya dalam ekonomi Islam kontemporer. An-Nuqud: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 45-62.
Habiburrahman. (2024). Analisis fatwa MUI terkait keputusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa seIndonesia ke-VII tahun 2021 tentang penggunaan uang digital Bitcoin. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 12(2), 145-162.
Hidayat, M. S. (2023). Mengkaji sistem keuangan berbasis teknologi blockchain dalam ekonomi moneter Islam. MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 1(3), 305-323.
Hilal, A. (2013). Kritik nalar perbankan syari'ah: Perspektif legal maxim. Az-Zarqa', 5(2), 215-234.
Huda, M. (2025). Analisis hukum Islam dan hukum positif di Indonesia terhadap cryptocurrency. Journal of Islamic Economics, Business and Finance Studies, 8(1), 45-62.
Ismail, R. (2021). Penerapan kaidah fiqhiyyah dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Usrah: Jurnal Keluarga dan Pendidikan Islam, 4(1), 78-95.
Jamal, S. (2024). Peran teknologi blockchain dalam keuangan syariah. Al-Musyarakah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 2(2), 178-195.
Latang, M. A., Fathurrahman, & Faried, M. (2024). Fatwa on cryptocurrency as digital assets: An Islamic perspective amidst Indonesia's regulatory landscape. Parewa Saraq, 3(2), 89-108.
Mabruri, A. (2023). Studi komparatif fatwa MUI dan NU tentang hukum cryptocurrency dalam perspektif maqasid syariah. Indonesian Journal of Islamic Economics, 7(2), 234-251.
Majelis Ulama Indonesia. (2021). Keputusan fatwa hukam uang kripto atau cryptocurrency. Fatwa MUI No. 116 Tahun 2021. https://mui.or.id/berita/32209/keputusan-fatwa-hukum-uangkripto-atau-cryptocurrency/
Mubarroq, A. C. (2023). Analisis konsep muamalah berdasarkan kaidah fiqh muamalah kontemporer. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 95-108. https://doi.org/10.24239/tadayun.v4i1.101
Muhammad, A. K. (2016). Makna 'an taradhin dalam QS. An-Nisa: 29 dan implementasinya dalam transaksi ekonomi Islam. Journal of Islamic Economics and Business, 3(2), 156-172.
Munandar, S. A. (2025). Controversies of cryptocurrency: Fatwa analysis and implications from Muhammadiyah and NU perspectives. Journal of Islamic Law on Digital Economy and Business, 1(1), 18-35.
Najibulloh, I. K. (2024). Penerapan teknologi blockchain dalam industri keuangan syariah: Tantangan dan peluang. J-EBI Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 3(1), 61-73.
Nasrulloh, M., & Faozan, A. (2021). Existence of cryptocurrency as a tool of exchange and investment in the perspective of the fatwa of the Indonesian Ulama Assembly. Proceedings of the 1st International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 1(1), 45-58.
Negara, S. P. (2020). Urgensi qawa'id al-fiqhiyyah dalam pengembangan hukum ekonomi syariah. Islamic Law Review, 8(1), 23-45.
Nurdin, M. A. (2022). Implementasi kaidah fiqh dalam fatwa-fatwa DSN-MUI tentang ekonomi syariah. Journal of Islamic Economic Law, 6(2), 134-152.
Pohan, M. N. (2015). Qawaid fiqhiyyah: Kaidah-kaidah hukum Islam dalam muamalah. Islamic Jurisprudence Quarterly, 12(3), 89-108.
Siregar, B. G., Rusydiana, A. S., Desy, M., Windi, W., & Denia, A. (2025). Blockchain in Islamic finance: A review using bibliometric analysis. At-Tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam, 11(1), 78-95.
Sodiki, M. I. (2023). Cryptocurrency dalam pandangan hukum Islam: Analisis terhadap fatwa MUI tentang mata uang digital. Lex Economica Journal, 4(1), 67-84.
Suganda, Y. (2022). Model penelitian yuridis normatif dalam kajian hukum Islam. Jakarta: Kencana.
Sujono, I. (2025). Crypto currency trading in Islam: An attempt to explore the legality. International Journal of Islamic Thought and Humanities, 4(1), 112-128.
Susanto, D. (2025). Relevansi dan implementasi fiqh muamalah dalam ekonomi digital kontemporer. Sebi: Jurnal Ekonomi Islam, 8(1), 45-67.
H Bisri, I Suntana (2023) Theoretical and Philosophical Fundamentals of the Sharia Economic System in the Context of the Modern Economic System. al-Afkar, Journal For Islamic Studies 6 (4), 429-436
MI Nurjaman, S Anwar (2022) Praktik Riba Dan Bunga Bank: Telaah Etika Dalam Ekonomi Islam, Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam 10 (1), 1-15