• Home
  • Publikasi
  • Proses Profit Taking dalam Kerangka Homo Economicus dan Homo Islamicus: Konsep Manusia sebagai Pelaku Ekonomi dalam Pemikiran Ekonomi Barat dan Ekonomi Islam 

Penelitian

Proses Profit Taking dalam Kerangka Homo Economicus dan Homo Islamicus: Konsep Manusia sebagai Pelaku Ekonomi dalam Pemikiran Ekonomi Barat dan Ekonomi Islam 

PROSIDING INTERNASIONAL

Index Akreditasi Jurnal: Prosiding Internasional bereputasi

Tanggal Publikasi: 27 Agt 2026

Abstrak

Cara sebuah tradisi keilmuan memahami hakikat manusia hampir selalu menentukan bentuk teori ekonomi yang dibangunnya. Tradisi ekonomi Barat merumuskan pelaku ekonomi melalui figur homo economicus, yaitu manusia yang dibayangkan rasional, mengutamakan diri sendiri, dan terus-menerus memaksimalkan utilitas. Ekonomi Islam menawarkan figur tandingan, homo islamicus, yakni manusia yang tindakan ekonominya tidak berhenti pada perolehan materi, melainkan terikat pada tauhid, akhlak, dan kesadaran akan pertanggungjawaban kepada Allah. Artikel ini membandingkan kedua konsep tersebut secara khusus pada peristiwa profit taking, menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptifanalitis sekaligus yuridis-normatif. Pembahasan menautkan keduanya dengan teori mikroekonomi tentang penawaran dan permintaan, lalu menimbangnya secara aksiologis untuk menjawab pertanyaan dasar: apakah pengambilan keuntungan itu bernilai, dan bernilai bagi siapa. Lebih jauh, artikel ini menautkan analisis aksiologis tersebut dengan kerangka hukum ekonomi syariah di Indonesia, khususnya Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), agar batas antara profit taking yang sah dan maysir memperoleh dasar normatif positif. Hasil kajian memperlihatkan perbedaan mendasar di tingkat asumsi ontologis, sumber motivasi, orientasi tujuan, kerangka nilai, hingga implikasi sistemik. Homo economicus bergerak dalam ruang sekular-materialistik dengan aksiologi utilitarian, sementara homo islamicus berjalan dalam integrasi dimensi duniawi dan ukhrawi dengan aksiologi tauhidiah yang terlembagakan melalui positivisasi fiqh muamalah. Artikel ini menyimpulkan bahwa larangan riba, gharar, dan maysir bukan sekadar norma etis, melainkan telah menjadi hukum positif yang mengikat dalam sistem hukum nasional. Argumen akhirnya, paradigma homo islamicus lebih holistik dan berpeluang menutup kelemahan struktural model homo economicus, khususnya ketika peradaban menghadapi krisis yang berlapis-lapis. 

Keyword

Homo Economicus; Homo Islamicus; Profit Taking; Aksiologi; Hukum Ekonomi Syariah; KHES; Maysir

Sitasi

Ahmad, K. (2003). The Challenge of Global Capitalism: An Islamic Perspective. Islamic Economic Studies, 11(1), 1-20.

 

Ahmadi, B. (2012). Akad Bay', Ijarah dan Wadi'ah Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 7(2), 311-336.

 

Al-Farmawi, A. H. (1977). Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu'i. Kairo: Dar al-Kutub al-Hadithah.

 

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.

 

Bakker, A., & Zubair, A. C. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

 

Damanik, A. Z. (2024). Peran Hukum Ekonomi Syariah dalam Mengatur Transaksi Bisnis Syariah. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(3), 434-441.

 

Faizal, M. (2014). Syirkah Prinsip Bagi Hasil pada Pembiayaan di Bank Syariah. Islamic Banking: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah, 1(1), 56-77.

 

Fauzi, A. (2009). Urgensi Hukum Perikatan Islam dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Ekonomi Islam La_Riba, 3(1), 71-86. 
Beck, T., Demirguc-Kunt, A., & Merrouche, O. (2013). Islamic vs. Conventional Banking: Business Model, Efficiency and Stability. Journal of Banking & Finance, 37(2), 433-447.

 

Becker, G. S. (1976). The Economic Approach to Human Behavior. Chicago: University of Chicago Press.

 

Beekun, R. I., & Badawi, J. A. (2005). Balancing Ethical Responsibility among Multiple Organizational Stakeholders: The Islamic Perspective. Journal of Business Ethics, 60(2), 131-145.

 

Bentham, J. (1789). An Introduction to the Principles of Morals and Legislation. London: T. Payne.

 

Blaug, M. (1992). The Methodology of Economics: Or How Economists Explain (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

 

Chapra, M. U. (2008). The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid al-Shari'ah. London: The International Institute of Islamic Thought.

 

Choudhury, M. A. (1997). Money in Islam: A Study in Islamic Political Economy. London: Routledge.

 

Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia. (2000). Fatwa DSN-MUI No. 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Salam dan Fatwa No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

 

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

 

Ghazanfar, S. M., & Islahi, A. A. (1990). Economic Thought of an Arab Scholastic: Abu Hamid al-Ghazali. History of Political Economy, 22(2), 381-403. 


Hartono, B. (2014). Filsafat Ilmu: Abstraksi, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

 

Islahi, A. A. (1988). Economic Concepts of Ibn Taimiyah. Leicester: The Islamic Foundation.

 

Izutsu, T. (2002). Ethico-Religious Concepts in the Qur'an. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.

 

Kahf, M. (1992). The Eternal Challenge: The Poverty of Secularism and Rationalism. American Journal of Islamic Social Sciences, 9(3), 375-393.

 

Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk. Econometrica, 47(2), 263-291.

 

Khan, M. A. (1995). An Introduction to Islamic Economics. Islamabad: International Institute of Islamic Thought.

 

Mankiw, N. G. (2012). Principles of Economics (6th ed.). Mason, OH: South-Western Cengage Learning.

 

Mardani. (2011). Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

 

Marshall, A. (1890). Principles of Economics. London: Macmillan.

 

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2008). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Jakarta: Mahkamah Agung RI.

 

Mughits, A. (2008). Kompilasi Hukum Ekonomi Syari'ah (KHES) dalam Tinjauan Hukum Islam. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 18, 141-156.

 

Mill, J. S. (1836). On the Definition of Political Economy and on the Method of Investigation Proper to It. London and Westminster Review, 4, 1-29. 


Naqvi, S. N. H. (2003). Perspectives on Morality and Human Well-Being: A Contribution to Islamic Economics. Leicester: The Islamic Foundation.

 

Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge University Press.

 

Purba, A. (2020). Rekayasa Memperindah Tubuh dalam Tinjauan Medis dan Fikih. Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 14(1), 37-49.

 

Purba, A. (2022). Sejarah Kodifikasi Sunnah: Telaah Historis Abad III dan IV H. Universum: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan, 16(1), 34-59.

 

Purba, A., & Afandi, A. J. (2022). Pembaharuan Pemikiran Islam Melalui Internalisasi Wawasan Universalitas Islam dalam Teologi Islam. Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam, 31(1), 30-48.

 

Purba, A., & Kamaluddin, I. (2019). Urgensi Jihad Masa Kini dalam Perspektif Islam. Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 13(2), 131-145.

 

Purba, A., & Maturidi, M. (2020). Pembelajaran Ekonomi Efektif di Madrasah Aliyah Sahid. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 2(1), 1-17.

 

Saleem, M. Y. (2013). Islamic Commercial Law. Singapore: John Wiley & Sons.

 

Sen, A. (1977). Rational Fools: A Critique of the Behavioral Foundations of Economic Theory. Philosophy & Public Affairs, 6(4), 317-344.

 

Sen, A. (1987). On Ethics and Economics. Oxford: Blackwell Publishing. 
Siddiqi, M. N. (1992). The Economic Enterprise in Islam. Lahore: International Islamic Publications.

 

Smith, A. (1776). An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. London: W. Strahan and T. Cadell.

 

Stiglitz, J. E. (2010). Freefall: America, Free Markets, and the Sinking of the World Economy. New York: W. W. Norton & Company.

 

Sukardi, B. (2016). Kontribusi Pemikiran Etika Bisnis Islam terhadap Pengembangan Lembaga Keuangan Syariah. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 12(1), 1-22.

 

Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2008). Nudge: Improving Decisions about Health, Wealth, and Happiness. New Haven: Yale University Press.

 

Yasin, M. N. (2017). Reformasi Hukum Ekonomi Islam di Indonesia: Studi Klausula Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional 2000-2017. Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 16(1), 241-264.

 

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. 
 

Link Publikasi
https://iconimadxv.uinsgd.ac.id/conference-papers/proses-profit-taking-dalam-kerangka-homo-economicus-dan-homo-islamicus-konsep-manusia-sebagai-pelaku-ekonomi-dalam-pemikiran-ekonomi-barat-dan-ekonomi-islam/