• Home
  • Berita
  • 4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

admin 14 Sep 2023

Batas pengajuan proposal Penelitian jatuh pada 19 September 2023, 23:59 BST.

Pengajuan dilakukan melalui https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs dengan mengisi template yang berlaku. Untuk proposal yang berkaitan dengan tema Y-RISE, peneliti dapat menggunakan Y-RISE pada bagian kata kunci yang ada pada form pengajuan. Persyaratan ketua peneliti dan sebagainya dapat dicek pada laman berikut:

Persyatan: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Kriteria Negara Pengusul: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Cara Pengajuan: https://steg.cepr.org/funding/how-apply-online

Persiapan proposal: https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs/how-apply-lrg

Surat Pengumuman: STEG LRG 4 Call Text

Panduan Pengusulan: STEG LRG Applicant Guide_2

 

More info: https://research.binus.ac.id/2023/09/4th-call-for-proposal-steg-larger-research-grants/

Anda Mungkin Suka

Mengapa Tools Reference Manager adalah Game Changer dalam Dunia Penelitian dan Penerbitan Ilmiah?

Dalam lanskap akademis yang terus berkembang, dimana volume publikasi ilmiah meningkat secara eksponensial, manajemen referensi menjadi tantangan yang signifikan bagi peneliti dan akademisi. Referensi tidak hanya merupakan fondasi yang menopang integritas intelektual karya ilmiah, tetapi juga jembatan yang menghubungkan penelitian saat ini dengan diskursus ilmiah yang lebih luas. Tools reference manager, sebagai solusi inovatif, telah muncul sebagai katalis yang mengubah cara peneliti mengelola referensi, menandai era baru dalam efisiensi dan akurasi dalam penelitian dan penerbitan ilmiah.

Tradisionalnya, manajemen referensi dilakukan secara manual, sebuah proses yang tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Kesulitan dalam melacak literatur yang digunakan dan memformat sitasi sesuai dengan standar jurnal tertentu seringkali menambah beban kerja peneliti. Seiring waktu, kebutuhan akan pendekatan yang lebih sistematis dan efisien menjadi jelas, membuka jalan bagi pengembangan software manajer referensi.

Transformasi Melalui Manajer Referensi

Efisiensi Waktu

Manajer referensi mengotomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu, seperti pembuatan daftar pustaka dan penyesuaian format sitasi. Dengan fitur impor referensi dari basis data online dan integrasi dengan perangkat lunak pengolah kata, peneliti dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk aspek administratif penelitian, memungkinkan lebih banyak waktu untuk didekasikan kepada kegiatan penelitian itu sendiri.

Akurasi dan Konsistensi

Tools reference manager membantu dalam memastikan bahwa semua sitasi dan referensi yang digunakan dalam sebuah karya penelitian disajikan dengan akurat dan konsisten sesuai dengan gaya sitasi yang diperlukan oleh jurnal atau penerbit. Akurasi ini kritis untuk menjaga kredibilitas ilmiah dan menghindari kesalahan sitasi yang bisa mempengaruhi reputasi peneliti. Salah satu fitur paling berguna dari tools reference manager adalah integrasinya dengan perangkat lunak pengolah kata, seperti Microsoft Word atau Google Docs. Fitur ini memungkinkan peneliti untuk menyisipkan sitasi dan membangun daftar pustaka secara otomatis, dengan berbagai gaya sitasi (APA, MLA, Chicago, dll.) yang dapat diubah sesuai kebutuhan publikasi. Hal ini mengurangi risiko kesalahan dalam format sitasi dan memastikan konsistensi dalam dokumen penelitian.

Kolaborasi dan Aksesibilitas

Dalam penelitian kolaboratif, berbagi dan mengelola referensi secara efektif antara anggota tim dapat menjadi tantangan. Manajer referensi dengan fitur penyimpanan cloud memungkinkan peneliti untuk mengakses dan berbagi referensi dari mana saja, memfasilitasi kolaborasi yang lebih lancar dan produktif. Ini khususnya penting dalam proyek penelitian multilokasi atau multidisipliner, dimana koordinasi dan konsistensi dalam penggunaan referensi krusial.

Urgensi Penggunaan Software Manajer Referensi

Dalam konteks saat ini, dimana penelitian dan penerbitan bergerak pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, efisiensi dan keakuratan dalam manajemen referensi menjadi lebih penting. Volume informasi ilmiah yang terus bertambah dan kompleksitas penelitian interdisipliner menuntut alat yang dapat memudahkan pengelolaan referensi. Penggunaan software manajer referensi bukan hanya tentang mempercepat proses penelitian, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas dan integritas akademik dari hasil penelitian itu sendiri.

Manfaat Tambahan dari Penggunaan Manajer Referensi

Peningkatan Produktivitas

Dengan mengurangi waktu yang diperlukan untuk tugas administratif, peneliti dapat fokus pada aspek penting dari pekerjaan mereka, meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kemampuan untuk dengan cepat menemukan dan mengatur referensi juga mempercepat proses revisi dan publikasi, memungkinkan penemuan ilmiah untuk disebarluaskan ke komunitas lebih cepat.

Dukungan Untuk Penelitian Interdisipliner

Manajer referensi mendukung penelitian interdisipliner dengan memudahkan pengelolaan dan sitasi literatur dari berbagai disiplin ilmu. Ini memungkinkan peneliti untuk dengan mudah mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai bidang, memperkaya analisis dan diskusi dalam karya ilmiah mereka.

Mengurangi Risiko Plagiarisme

Dengan memastikan bahwa semua referensi disitasi dengan benar, manajer referensi juga berperan dalam mengurangi risiko plagiarisme. Ini sangat penting dalam menjaga integritas akademik dan memastikan bahwa penulis memberikan pengakuan yang layak kepada pekerjaan orang lain.

Manajer referensi telah terbukti sebagai alat yang tidak ternilai dalam dunia penelitian dan penerbitan ilmiah. Dengan menyederhanakan dan mengotomatisasi manajemen referensi, tools ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas tetapi juga memperkuat integritas dan kualitas penelitian. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh komunitas akademis saat ini, adopsi software manajer referensi menjadi semakin urgensi, menandai langkah maju dalam cara kita melakukan penelitian dan berbagi pengetahuan.

Langkah Penulisan Proposal Penelitian yang Efektif

Penulisan proposal penelitian yang efektif sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan untuk proyek penelitian Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda dalam menulis proposal penelitian yang baik:

1. Judul Proposal:
  - Pilih judul yang jelas, singkat, dan mencerminkan esensi penelitian Anda.

2. Pendahuluan:
  - Jelaskan latar belakang masalah atau konteks yang mendukung penelitian Anda.
  - Gambarkan relevansi penelitian Anda dan mengapa penelitian ini penting.

3. Rumusan Masalah:
  - Tetapkan masalah penelitian secara spesifik dan jelas.
  - Gambarkan gap dalam pengetahuan yang akan Anda selidiki.

4. Tujuan Penelitian:
  - Jelaskan tujuan utama penelitian Anda, yaitu apa yang ingin Anda capai dengan penelitian ini.

5. Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis:
  - Sediakan pertanyaan penelitian yang akan Anda jawab atau hipotesis yang akan Anda uji dalam penelitian Anda.

6. Tinjauan Pustaka:
  - Ringkas literatur yang relevan dan menjelaskan studi sebelumnya yang terkait dengan topik Anda.
  - Identifikasi gap dalam pengetahuan yang Anda ingin isi dengan penelitian Anda.

7. Kerangka Konseptual:
  - Buat kerangka konseptual yang menjelaskan konsep-konsep kunci dan hubungan antara variabel dalam penelitian Anda.

8. Metode Penelitian:
  - Jelaskan metode yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan data, seperti metode survei, eksperimen, studi kasus, atau analisis dokumen.
  - Gambarkan teknik pengumpulan data dan alat yang akan Anda gunakan.
  - Bahas pendekatan statistik atau analisis yang akan digunakan.
  - Jelaskan bagaimana Anda akan memilih sampel dan mengatasi bias potensial.

9. Jadwal Penelitian:
  - Sediakan jadwal yang mencantumkan tahapan utama penelitian, batas waktu, dan tugas yang harus diselesaikan.

10. Anggaran:
   - Jelaskan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian, termasuk biaya peralatan, biaya perjalanan, dan gaji (jika berlaku).

11. Referensi:
   - Sertakan daftar referensi yang mencakup sumber-sumber yang Anda gunakan dalam proposal.

12. Lampiran:
   - Sertakan lampiran yang relevan, seperti kuesioner, izin subjek penelitian, atau materi tambahan.

13. Penyusunan Proposal:
   - Pastikan proposal Anda ditulis dengan jelas, disusun dengan baik, dan bebas dari kesalahan tata bahasa.

14. Konsultasi dengan Ahli:
   - Mintalah masukan dari kolega, penasihat penelitian, atau ahli yang berpengalaman untuk memperbaiki proposal Anda.

15. Revise dan Edit:
   - Periksa dan edit proposal Anda untuk memastikan bahwa semuanya terstruktur dengan baik dan ringkas.

Penting untuk mengikuti panduan dan persyaratan yang mungkin berlaku di lembaga atau organisasi yang mendukung penelitian Anda. Proposal penelitian yang baik akan membantu Anda meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa penelitian Anda layak untuk didanai dan dilaksanakan.

Apa Saja Metodologi Dalam Penelitian Kualitatif?

Metodologi penelitian kualitatif melibatkan serangkaian langkah dan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data kualitatif. Berikut adalah beberapa metodologi yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif:

 

1. Penelitian Lapangan (Field Research): Penelitian lapangan melibatkan pengamatan langsung dan interaksi dengan subjek penelitian dalam lingkungan alami mereka. Metode ini dapat mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pencatatan catatan lapangan.

2. Wawancara Kualitatif: Wawancara kualitatif melibatkan percakapan mendalam antara peneliti dan subjek penelitian. Wawancara ini sering kali bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tak terstruktur, tergantung pada tujuan penelitian.

3. Pengamatan: Metode pengamatan melibatkan pemantauan langsung terhadap perilaku, interaksi, atau situasi tertentu tanpa intervensi langsung. Ini dapat mencakup pengamatan partisipatif atau pengamatan non-partisipatif.

4. Analisis Dokumen: Penelitian kualitatif juga dapat melibatkan analisis dokumen seperti teks, laporan, jurnal, surat, dan materi tertulis lainnya. Peneliti menganalisis dokumen-dokumen ini untuk memahami isinya dan mengidentifikasi pola atau temuan kualitatif.

5. Pendekatan Studi Kasus: Metode studi kasus digunakan untuk memahami konteks yang mendalam dari satu kasus atau beberapa kasus terbatas. Ini sering digunakan untuk menginvestigasi fenomena yang kompleks dan unik.

6. Analisis Konten: Analisis konten adalah pendekatan sistematis untuk menganalisis isi teks, gambar, atau materi media lainnya. Peneliti mencari pola, tema, dan makna dalam data yang dikumpulkan.

7. Grounded Theory: Pendekatan teori terkait (grounded theory) bertujuan untuk mengembangkan teori yang muncul secara induktif dari data yang dikumpulkan. Ini sering digunakan untuk menggali makna dalam data kualitatif.

8. Pendekatan Etnografi: Etnografi melibatkan penelitian yang mendalam dan panjang di dalam komunitas atau kelompok tertentu. Peneliti menjadi bagian dari komunitas tersebut untuk memahami budaya, norma, dan nilai-nilai yang ada.

9. Pendekatan Fenomenologi: Pendekatan fenomenologi berfokus pada pemahaman mendalam tentang pengalaman subjek. Peneliti mencari makna yang terkandung dalam pengalaman individu atau kelompok.

10. Metode Triangulasi: Metode ini melibatkan penggunaan beberapa metode kualitatif dalam satu penelitian untuk memastikan keandalan dan validitas temuan.

 

Metodologi penelitian kualitatif dipilih berdasarkan pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan jenis data yang akan dikumpulkan. Kombinasi berbagai metode kualitatif sering kali digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti.

Berkembang dengan Open Access: Arah Baru Akses Terbuka pada Artikel Jurnal

Akses Terbuka (Open Access) adalah konsep di dunia penelitian di mana informasi ilmiah dapat diakses secara gratis oleh siapa saja tanpa batasan berlangganan atau pembayaran. Ini menciptakan akses yang lebih luas dan meningkatkan distribusi pengetahuan. Beberapa arah baru yang mungkin terjadi dapat mencakup:

Model Bisnis Berbeda:

  • Munculnya model bisnis baru untuk mendukung Open Access. Beberapa penerbit mungkin mulai mengadopsi model bisnis yang tidak sepenuhnya mengandalkan langganan atau pembayaran individu, tetapi mungkin melibatkan sponsor atau institusi untuk memastikan akses terbuka.

Teknologi Blockchain:

  • Penggunaan teknologi blockchain untuk mengelola proses penerbitan dan distribusi jurnal. Ini dapat meningkatkan transparansi, keamanan, dan keterlibatan dalam sistem Open Access.

Peningkatan Kualitas dan Reputasi:

  • Peningkatan fokus pada kualitas dan reputasi jurnal Open Access. Beberapa mungkin berusaha meningkatkan standar editorial dan proses peer review untuk membuktikan bahwa akses terbuka tidak mengorbankan kualitas penelitian.

Kolaborasi Antarinstitusi:

  • Kolaborasi lebih lanjut antara institusi dan penerbit untuk mendukung model akses terbuka. Mungkin ada upaya untuk membangun jaringan atau konsorsium yang dapat berbagi sumber daya dan dukungan finansial.

Data Terbuka:

  • Lebih banyak penekanan pada data terbuka bersama dengan artikel jurnal terbuka. Ini bisa mencakup peningkatan dalam praktik pembagian data dan dukungan infrastruktur untuk menyimpan dan mengelola data penelitian.

Pendidikan dan Kesadaran:

  • Upaya lebih lanjut dalam pendidikan dan kesadaran terkait Open Access di kalangan peneliti, mahasiswa, dan institusi. Ini mungkin melibatkan pelatihan tentang manfaat akses terbuka dan cara mengelola hak cipta.

Isu-isu Etika dan Hak Cipta:

  • Penanganan lebih lanjut terhadap isu-isu etika dan hak cipta yang mungkin muncul dalam konteks akses terbuka. Pemikiran lebih lanjut tentang cara mengakui kontribusi dan hak cipta peneliti dalam lingkungan akses terbuka.

Penting untuk menyadari bahwa perkembangan dalam Open Access terus berlangsung, dan berbagai inisiatif dan eksperimen mungkin muncul seiring waktu. Artikel yang berbicara tentang "Arah Baru Akses Terbuka pada Artikel Jurnal" mungkin memberikan wawasan lebih lanjut tentang tren dan perkembangan terkini di bidang ini.