• Home
  • Berita
  • 4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

6502893258882-1694665010

4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

admin 14 Sep 2023

Batas pengajuan proposal Penelitian jatuh pada 19 September 2023, 23:59 BST.

Pengajuan dilakukan melalui https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs dengan mengisi template yang berlaku. Untuk proposal yang berkaitan dengan tema Y-RISE, peneliti dapat menggunakan Y-RISE pada bagian kata kunci yang ada pada form pengajuan. Persyaratan ketua peneliti dan sebagainya dapat dicek pada laman berikut:

Persyatan: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Kriteria Negara Pengusul: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Cara Pengajuan: https://steg.cepr.org/funding/how-apply-online

Persiapan proposal: https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs/how-apply-lrg

Surat Pengumuman: STEG LRG 4 Call Text

Panduan Pengusulan: STEG LRG Applicant Guide_2

 

More info: https://research.binus.ac.id/2023/09/4th-call-for-proposal-steg-larger-research-grants/

Anda Mungkin Suka

652cb015e223c-1697427477

Tahapan Awal Melakukan Uji Hipotesis Sebagai Metodologi Dalam Penelitian Kuantitatif

Metodologi uji hipotesis adalah langkah penting dalam penelitian kuantitatif untuk menguji apakah terdapat hubungan atau perbedaan signifikan antara variabel-variabel tertentu. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam metodologi uji hipotesis:

1. Merumuskan Hipotesis:
  - Langkah pertama adalah merumuskan hipotesis penelitian, yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1). Hipotesis nol menyatakan bahwa tidak ada perbedaan atau hubungan yang signifikan, sementara hipotesis alternatif menyatakan bahwa terdapat perbedaan atau hubungan yang signifikan.

2. Menentukan Tingkat Signifikansi (Ξ±):
  - Pilih tingkat signifikansi yang sesuai untuk penelitian Anda. Tingkat signifikansi umumnya diatur pada Ξ± = 0.05, tetapi Anda dapat memilih tingkat signifikansi yang sesuai dengan konteks penelitian.

3. Memilih Metode Statistik:
  - Pilih metode statistik yang sesuai untuk menguji hipotesis Anda. Pilihan metode statistik akan tergantung pada desain penelitian, jumlah variabel, dan asumsi-asumsi tertentu.

4. Mengumpulkan Data:
  - Kumpulkan data yang diperlukan sesuai dengan desain penelitian Anda. Pastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian dan sesuai untuk analisis statistik yang akan digunakan.

5. Melakukan Uji Statistik:
  - Terapkan metode statistik yang Anda pilih pada data yang dikumpulkan. Contoh metode statistik yang umum digunakan adalah uji t (untuk membandingkan rata-rata dua kelompok), Analisis Anova (untuk membandingkan rata-rata tiga atau lebih kelompok), regresi linier (untuk menilai hubungan antara dua atau lebih variabel), dan banyak lainnya.

6. Menghitung Statistik Uji:
  - Hitung nilai statistik uji berdasarkan data yang Anda miliki. Ini akan menghasilkan nilai uji statistik (misalnya, nilai t, F, chi-square) yang akan digunakan untuk mengambil keputusan.

7. Menafsirkan Hasil:
  - Evaluasi hasil uji statistik Anda dan lihat apakah nilai p (nilai probabilitas) yang dihasilkan lebih kecil dari tingkat signifikansi (Ξ±). Jika p < Ξ±, maka Anda dapat menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis alternatif.

8. Kesimpulan:
  - Tarik kesimpulan berdasarkan hasil uji hipotesis. Jelaskan apakah Anda menemukan bukti yang mendukung hipotesis alternatif atau tidak. Berikan interpretasi praktis dari hasil penelitian Anda.

9. Pelaporan Hasil:
  - Laporkan hasil uji hipotesis dalam laporan penelitian Anda. Sertakan statistik uji, nilai p, dan interpretasi hasil.

Langkah-langkah ini membantu peneliti menguji hipotesis mereka secara sistematis dan mengambil keputusan berdasarkan bukti statistik. Selain itu, penting untuk memahami asumsi-asumsi yang mendasari metode statistik yang digunakan dan mengikuti prosedur analisis dengan cermat.

66839ba7b4be5-1719901095

Keamanan Data Kominfo di Ujung Tanduk: Peran Vital Peneliti dan Akademisi

Baru-baru ini, Indonesia diguncang oleh kasus kebocoran data yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kasus ini menimbulkan kekhawatiran yang serius tentang privasi dan keamanan data pribadi warga negara. Krisis ini menyoroti kelemahan dalam sistem perlindungan data pemerintah dan menuntut tindakan nyata dari berbagai pihak, termasuk peneliti dan akademisi. Artikel ini akan membahas krisis kebocoran data pada Kominfo dan langkah-langkah yang perlu diambil oleh peneliti dan akademisi untuk mengatasi masalah ini.

Latar Belakang Kebocoran Data pada Kominfo

Kebocoran data yang melibatkan Kominfo mencakup sejumlah besar informasi pribadi yang sensitif. Data yang bocor termasuk nama lengkap, nomor paspor, tanggal lahir, dan informasi lainnya yang dapat digunakan untuk mencuri identitas seseorang. Kebocoran ini diduga terjadi karena kelemahan dalam sistem keamanan yang digunakan oleh Kominfo atau pihak ketiga yang mengelola data tersebut.

Sumber kebocoran bisa bermacam-macam, mulai dari serangan siber oleh peretas, kesalahan manusia, hingga ketidakpatuhan terhadap protokol keamanan. Apapun penyebabnya, dampaknya terhadap individu dan masyarakat sangat merugikan. Selain ancaman langsung terhadap privasi, kebocoran ini juga merusak kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam melindungi data pribadi warganya.

Dampak Kebocoran Data pada Kominfo

Dampak dari kebocoran data yang melibatkan Kominfo sangat luas dan beragam. Beberapa dampak utama termasuk:

  1. Pencurian Identitas: Data pribadi yang bocor dapat digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri identitas seseorang. Ini bisa berujung pada pembukaan rekening bank fiktif, aplikasi kredit palsu, dan bahkan kegiatan kriminal lainnya atas nama korban.
  2. Kehilangan Kepercayaan Publik: Kebocoran data yang melibatkan lembaga pemerintah merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya melindungi mereka. Ini bisa mengurangi partisipasi warga dalam program-program pemerintah dan menurunkan legitimasi pemerintah itu sendiri.
  3. Kerugian Ekonomi: Individu yang identitasnya dicuri seringkali mengalami kerugian finansial yang signifikan. Selain itu, perusahaan yang datanya bocor juga dapat menghadapi sanksi hukum dan kehilangan reputasi, yang berdampak pada penurunan nilai saham dan kepercayaan investor.

Tindakan yang Harus Dilakukan oleh Peneliti dan Akademisi

Peneliti dan akademisi memiliki peran penting dalam membantu mengatasi krisis kebocoran data ini. Beberapa tindakan yang dapat mereka ambil meliputi:

1. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Keamanan

Peneliti di bidang keamanan siber dapat berkontribusi dengan mengembangkan teknologi yang lebih aman untuk melindungi data pribadi. Ini termasuk:

  • Enkripsi Data: Mengembangkan algoritma enkripsi yang lebih kuat untuk melindungi data selama penyimpanan dan transmisi. Enkripsi yang kuat memastikan bahwa data yang bocor tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.
  • Sistem Autentikasi: Mengembangkan metode autentikasi multifaktor yang lebih aman dan mudah digunakan untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses data. Autentikasi biometrik, token keamanan, dan autentikasi dua faktor dapat meningkatkan keamanan.
  • Deteksi Intrusi: Meningkatkan sistem deteksi intrusi untuk mengenali dan merespons serangan siber dengan cepat. Teknologi ini dapat memantau aktivitas jaringan secara real-time dan mendeteksi anomali yang mungkin menunjukkan serangan siber.

2. Analisis Kebijakan dan Regulasi

Akademisi di bidang hukum dan kebijakan publik dapat mengevaluasi dan merekomendasikan perubahan kebijakan untuk meningkatkan perlindungan data. Ini termasuk:

  • Evaluasi Regulasi: Meninjau regulasi yang ada untuk mengidentifikasi kelemahan dan celah yang memungkinkan kebocoran data. Evaluasi ini harus mencakup analisis terhadap undang-undang perlindungan data, kebijakan privasi, dan standar keamanan yang diterapkan oleh lembaga pemerintah.
  • Pengembangan Kebijakan: Merekomendasikan kebijakan baru yang memperkuat perlindungan data pribadi, seperti undang-undang privasi yang lebih ketat dan sanksi yang lebih berat bagi pelanggaran. Kebijakan ini harus dirancang untuk memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap data pribadi dan memastikan kepatuhan yang ketat.
  • Pendidikan dan Kesadaran: Mengembangkan program pendidikan dan kampanye kesadaran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan lembaga tentang pentingnya keamanan data. Program ini harus mencakup pelatihan tentang praktik terbaik dalam keamanan data, serta upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko kebocoran data dan cara melindungi diri.

3. Studi Dampak Sosial dan Ekonomi

Peneliti sosial dan ekonomi dapat menganalisis dampak kebocoran data pada individu dan masyarakat. Ini membantu dalam memahami sejauh mana kerugian yang ditimbulkan dan merancang intervensi yang tepat. Beberapa aspek yang dapat dianalisis meliputi:

  • Dampak Ekonomi: Mengukur kerugian finansial yang dialami individu dan perusahaan akibat kebocoran data. Penelitian ini dapat mencakup analisis biaya pemulihan identitas, kerugian bisnis, dan dampak ekonomi secara keseluruhan.
  • Dampak Psikologis: Meneliti dampak psikologis terhadap korban pencurian identitas, termasuk stres, kecemasan, dan kehilangan kepercayaan. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang program dukungan untuk korban dan meningkatkan pemahaman tentang dampak jangka panjang dari kebocoran data.
  • Kesejahteraan Sosial: Menganalisis bagaimana kebocoran data mempengaruhi kesejahteraan sosial dan kohesi masyarakat. Penelitian ini dapat mengevaluasi dampak kebocoran data terhadap hubungan sosial, kepercayaan antarwarga, dan rasa aman dalam masyarakat.

4. Kolaborasi dan Penyebaran Pengetahuan

Pemerintah harus menggandeng Akademisi peneliti, industri, dan masyarakat untuk mengatasi masalah kebocoran data. Ini termasuk:

  • Kolaborasi Antar Disiplin: Membentuk tim lintas disiplin yang menggabungkan keahlian di bidang teknologi, hukum, ekonomi, dan sosial untuk menemukan solusi komprehensif. Kolaborasi ini dapat menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dan efektif dalam menangani kebocoran data.
  • Penyebaran Pengetahuan: Menerbitkan hasil penelitian dalam jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan media populer untuk meningkatkan pemahaman publik dan pemangku kepentingan. Penyebaran pengetahuan yang luas dapat membantu dalam membangun kesadaran dan mendorong tindakan yang tepat untuk melindungi data pribadi.
  • Pelatihan dan Workshop: Mengadakan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran tentang keamanan data di kalangan profesional dan masyarakat umum. Program pelatihan ini dapat mencakup praktik terbaik dalam keamanan siber, penggunaan alat enkripsi, dan metode perlindungan data lainnya.

5. Penerapan dan Evaluasi Intervensi

Peneliti dapat mengembangkan dan menguji intervensi untuk meningkatkan keamanan data. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Proyek Percontohan: Melakukan proyek percontohan untuk menguji efektivitas teknologi atau kebijakan baru sebelum diterapkan secara luas. Proyek percontohan ini dapat memberikan wawasan tentang keberhasilan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan skala besar.
  • Evaluasi Program: Mengevaluasi program dan kebijakan yang sudah diterapkan untuk menentukan keberhasilan dan area yang memerlukan perbaikan. Evaluasi ini harus mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur dampak intervensi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya.
  • Umpan Balik dan Perbaikan: Menggunakan umpan balik dari evaluasi untuk memperbaiki dan memperkuat intervensi yang ada. Proses ini harus melibatkan pemangku kepentingan utama dan memastikan bahwa perubahan yang dilakukan berdasarkan data dan temuan yang valid.

Kesimpulan

Kebocoran data pada Kominfo adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan dari berbagai pihak, termasuk peneliti dan akademisi. Dengan mengembangkan teknologi keamanan yang lebih baik, mengevaluasi dan mengusulkan perubahan kebijakan, menganalisis dampak sosial dan ekonomi, serta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, peneliti dan akademisi dapat memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah ini. Penelitian yang mendalam dan kolaboratif, serta penyebaran pengetahuan yang luas, akan membantu dalam membangun sistem perlindungan data yang lebih kuat dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi yang bertanggung jawab. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan terlindungi bagi data pribadi warga negara.

652402e10f0c7-1696858849

CALL FOR PAPERS InCAF and NCAF

πŸ“’CALL FOR PAPERSπŸ“’

🌟2nd International Conference on Accounting and Finance (InCAF)
🌟7th National Conference on Accounting and Finance (NCAF)

πŸ—“ Date: December 12-13, 2023
🏒 Place: Yogyakarta, FBE UII Campus and Zoom πŸ’»

πŸ”†*THEME*πŸ”†
"Strengthening Governance of Islamic Business and Finance Ecosystem"

πŸŽ“ *Main Organiser* πŸŽ“
Master of Accounting Program, Universitas Islam Indonesia

πŸ“ƒ PAPERS πŸ“ƒ 
English and Bahasa Indonesia

*πŸ—“ IMPORTANT DATES πŸ—“*
πŸ“Paper Submission Deadline: November 20, 2023
πŸ“Announcement: November 25, 2023
πŸ“Paper Revision Submission: November 30, 2023
πŸ“Conference Date: December 12-13, 2023

*πŸ“ PUBLICATIONS OPPORTUNITIES:*

Selected papers will undergo a review process and can be published at:

1. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia (Sinta 2, Index Copernicus, Proquest, RePEc)
2. Jurnal Siasat Bisnis (Sinta 2, Index Copernicus, ProQuest, DOAJ, RePEc, Google Scholar)
3. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam (Sinta2, Index Copernicus, ProQuest, RePEc, Google Scholar)
4. Journal of Contemporary Accounting (Sinta 3, Index Copernicus, Google Scholar, RePEc)
5. Asian Journal of Islamic Management (Sinta 4, DOAJ, Index Copernicus)
6. Online Proceeding with ISSN

πŸ”— *IMPORTANT LINKS* πŸ”—:

Online Registration & Submission: https://accounting.uii.ac.id/incaf-ncaf/

☎️ Please contact us for any further information ☎️
Ms Tika/Ella
Phone (office) : +62 274 881546
WA/Cal : +62 813 2878 9856

It is highly appreciated if you could share this with colleagues and friends who might be interested. We thank you in advance for your cooperation.

6503d89d7acc1-1694750877

MONDAY FORUM (Seri Pemodelan Ekonometrika dengan R Studio: Teori dan Aplikasi)

πŸ“Œ MONDAY FORUM πŸ“Œ

πŸ•° Senin, 18 September 2023 M/ 02 Rabiul Awal 1445 H
⏳ 09.30 WIB - selesai

πŸ“š  Seri 026πŸ“š
*Seri Pemodelan Ekonometrika dengan R Studio: Teori dan Aplikasi*
Seri 1: Pengantar R Studio dan Analisis Regresi Linier

πŸ§‘πŸ»β€πŸŽ“  Speaker:
*Dr. Indra M.Si*
_Direktur Pusat Studi Halal IAI Tazkia_
_Dosen IAI Tazkia_

πŸŽ™ Zoom Meeting πŸŽ™
https://us02web.zoom.us/j/85317677713?pwd=ZlRoYUtXOFY5b3RhN0Q3em5VTUJIZz09

Meeting ID: 853 1767 7713
Passcode: Tazkia123

Diselenggarakan oleh:
Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat Institut Agama Islam Tazkia