• Home
  • Berita
  • Survei Kesejahteraan Karyawan Terdampak PHK

6646b863e6796-1715910755

Survei Kesejahteraan Karyawan Terdampak PHK

admin 17 Mei 2024

PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sering kali membawa dampak signifikan bagi karyawan yang mengalaminya. Selain tantangan finansial, PHK juga dapat menyebabkan masalah psikologis yang serius. Menyikapi keresahan yang dialami oleh korban PHK, LMZ BAZNAS Institut TAZKIA bermaksud untuk menggali dan memahami lebih dalam kondisi yang dialami seseorang setelah mengalami PHK melalui survei ini.

Pengisian survei bersifat Rahasia dan Anonim.

Link : https://bit.ly/SurveiLMZ-DampakPHK

Target responden dari survei ini adalah seseorang yang pernah terdampak PHK di seluruh wilayah Indonesia.

Periode Survei : 16 Mei - 1 Juni 2024

Reward
Bagi 10 responden yang terpilih akan mendapatkan apresiasi berupa Voucher E-Wallet sebesar Rp 50.000

LMZ BAZNAS Institut TAZKIA

Anda Mungkin Suka

6625d1126ba6f-1713754386

Menaklukkan Waktu: Mengenal Lebih Dekat dengan Kekuatan Analisis Survival

Penelitian survival, atau yang dikenal juga dengan analisis survival, merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data waktu-hidup. Metode ini sangat penting dalam berbagai bidang, termasuk kedokteran, biologi, insuransi, dan ekonomi, untuk memprediksi waktu terjadinya suatu peristiwa, seperti kematian, kegagalan mesin, atau lainnya. Pemahaman tentang penelitian survival tidak hanya penting bagi para peneliti tetapi juga bagi publik umum, karena aplikasinya yang luas dan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Penelitian Survival?

Secara sederhana, penelitian survival mengamati waktu mulai dari suatu titik awal hingga terjadinya suatu peristiwa tertentu. Dalam konteks kesehatan, peristiwa tersebut bisa berupa kematian pasien atau kekambuhan penyakit, sedangkan dalam teknik, itu bisa jadi kegagalan suatu komponen mesin. Yang membuat analisis ini unik adalah kemampuannya dalam menangani data yang 'disensor'. Data disensor terjadi ketika waktu peristiwa tidak diketahui secara pasti, hanya diketahui telah melebihi durasi pengamatan.

Metode dalam Penelitian Survival

Dalam analisis survival, terdapat beberapa alat ukur penting yang digunakan untuk mengestimasi dan memahami waktu sampai terjadinya suatu peristiwa. Berikut ini adalah beberapa alat ukur utama yang sering digunakan dalam penelitian survival:

1. Fungsi Survival: Alat ukur ini mengestimasi probabilitas bahwa subjek tertentu akan bertahan lebih lama dari waktu tertentu. Fungsi survival, S(t), biasanya didefinisikan sebagai probabilitas bahwa waktu kejadian T lebih besar dari waktu t, S(t) = P(T > t).

2. Fungsi Hazard: Mengukur risiko instantan kejadian peristiwa pada waktu t, asalkan subjek telah bertahan hingga waktu t tanpa kejadian. Fungsi hazard, h(t), sering digambarkan sebagai limit probabilitas kejadian peristiwa dalam interval waktu yang sangat kecil, dibagi dengan panjang interval tersebut, kondisional pada tidak adanya peristiwa hingga waktu t.

3. Kurva Kaplan-Meier: Metode non-parametrik untuk mengestimasi fungsi survival dari data yang mungkin termasuk censoring. Kurva Kaplan-Meier sangat berguna dalam menampilkan data survival dan memungkinkan visualisasi estimasi survival pada setiap titik waktu.

4. Model Cox Proportional Hazards: Ini adalah model semi-parametrik yang digunakan untuk menilai simultan efek dari beberapa faktor risiko pada waktu kejadian. Model ini mengasumsikan bahwa efek dari variabel prediktor terhadap risiko kejadian adalah konstan sepanjang waktu dan berfokus pada estimasi proporsi risiko (hazards) yang berhubungan dengan variabel prediktor.

5. Log-Rank Test: Uji statistik yang digunakan untuk membandingkan kurva survival antara dua atau lebih kelompok. Ini adalah metode non-parametrik untuk menguji hipotesis nol bahwa tidak ada perbedaan dalam fungsi survival antar kelompok yang dibandingkan.

6. Analisis Regresi Parametrik: Melibatkan model-model seperti model Weibull, eksponensial, atau log-normal yang mengasumsikan distribusi statistik tertentu untuk data waktu-hidup. Model-model ini berguna dalam situasi di mana asumsi proporsional hazards dari model Cox tidak dipenuhi.

7. Cumulative Incidence Function: Dalam konteks kompetisi risiko, fungsi ini digunakan untuk mengestimasi probabilitas kejadian peristiwa tertentu seiring waktu, dengan mempertimbangkan adanya risiko kompetitif yang bisa mencegah terjadinya peristiwa yang diinginkan.

Pemilihan alat ukur yang tepat dalam analisis survival sangat bergantung pada jenis data, tujuan analisis, dan asumsi yang dibuat mengenai data tersebut. Kesesuaian model dan teknik statistik ini mempengaruhi interpretasi dan validitas kesimpulan yang dihasilkan dari analisis survival.

Aplikasi Penelitian Survival di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

Analisis survival dalam konteks ekonomi dan keuangan syariah memperlihatkan aplikasi unik dan penting dari metodologi ini, terutama dalam menghadapi tantangan dan peluang yang unik di sektor ini. Dalam ekonomi syariah, prinsip-prinsip keadilan dan penghindaran riba (bunga) menuntut pendekatan yang berbeda dari keuangan konvensional, dan analisis survival bisa memberikan wawasan yang mendalam dalam berbagai aspek.

1. Kredit dan Pembiayaan: Dalam keuangan syariah, instrumen pembiayaan seperti Murabahah (jual beli), Ijarah (sewa), dan Mudarabah (kerjasama investasi) memiliki struktur risiko yang berbeda dari pinjaman konvensional. Analisis survival dapat digunakan untuk memprediksi 'waktu hingga kegagalan' dalam kredit, yaitu ketika debitur gagal membayar sesuai dengan kesepakatan. Hal ini membantu lembaga keuangan syariah dalam menilai risiko dan menetapkan syarat pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

2. Durasi Produk Keuangan: Produk keuangan syariah, seperti sukuk (obligasi syariah), sering kali memiliki jangka waktu yang terikat dengan proyek tertentu atau aset produktif. Analisis survival dapat membantu dalam mengestimasi masa berlakunya produk keuangan ini, yang penting untuk manajemen portofolio dan strategi investasi.

3. Keberlanjutan Bisnis: Dalam ekonomi syariah, bisnis harus tidak hanya menguntungkan tetapi juga harus memenuhi kriteria keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Analisis survival dapat digunakan untuk memprediksi keberlangsungan usaha yang mematuhi prinsip syariah, membantu investor dan regulator dalam membuat keputusan yang berinformasi.

Penerapan Analisis Survival dalam Keuangan Syariah

Studi Kasus: Analisis Durasi Sukuk. Misalnya, sukuk sering digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur atau real estate. Analisis survival dapat digunakan untuk mengestimasi durasi sukuk ini, memperhitungkan variabel seperti tingkat pengembalian, risiko proyek, dan kondisi pasar. Hal ini membantu dalam menyusun sukuk dengan struktur yang lebih tahan terhadap volatilitas pasar dan risiko proyek.

Studi Kasus: Risiko Kredit pada Pembiayaan Murabahah. Pembiayaan Murabahah adalah metode pembiayaan populer dalam keuangan syariah, di mana bank membeli barang dan menjualnya kembali kepada pelanggan dengan margin keuntungan yang disepakati. Menggunakan analisis survival untuk memodelkan waktu hingga kegagalan pembayaran bisa mengungkap pola yang mempengaruhi risiko kredit, seperti karakteristik debitur atau kondisi ekonomi.

Analisis survival menawarkan alat yang kuat dalam mengatasi beberapa tantangan unik yang dihadapi oleh ekonomi dan keuangan syariah. Dengan memahami dan memprediksi durasi dan risiko dari berbagai instrumen dan kegiatan bisnis dalam ekonomi syariah, para pelaku pasar dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif, sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang mendorong keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi.

6516474c18929-1695958860

LANGKAH UTAMA DALAM METODOLOGI EKSPERIMEN PADA PENELITIAN KUANTITATIF

Metodologi eksperimen adalah pendekatan penelitian kuantitatif yang sering digunakan untuk menguji hipotesis kausal dan memahami hubungan sebab-akibat antara variabel. Ada beberapa langkah utama dalam metodologi eksperimen pada penelitian kuantitatif:

Identifikasi Masalah Penelitian: Langkah pertama adalah mengidentifikasi masalah penelitian atau pertanyaan penelitian yang ingin Anda jawab. Anda perlu merumuskan hipotesis yang akan diuji melalui eksperimen.

Desain Eksperimen: Ini adalah langkah kunci dalam metodologi eksperimen. Anda perlu merancang eksperimen dengan cermat, termasuk pemilihan variabel independen (variabel yang Anda ubah) dan variabel dependen (variabel yang Anda ukur). Selain itu, Anda juga harus memutuskan tentang grup eksperimen dan grup kontrol, serta bagaimana Anda akan mengontrol faktor-faktor yang tidak diinginkan (variabel-variabel pengganggu).

Pengumpulan Data: Selanjutnya, Anda mengumpulkan data berdasarkan desain eksperimen yang telah Anda rancang. Pastikan pengumpulan data dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan prosedur eksperimental yang telah ditentukan.

Analisis Data: Setelah data terkumpul, Anda melakukan analisis statistik untuk menguji hipotesis Anda. Anda dapat menggunakan berbagai metode statistik, seperti uji t, analisis varians (ANOVA), regresi, dll., tergantung pada jenis data dan pertanyaan penelitian Anda.

Interpretasi Hasil: Hasil analisis data Anda akan memberikan informasi tentang apakah hipotesis Anda didukung atau tidak. Anda perlu menginterpretasikan hasil ini dan mengevaluasi implikasi mereka terhadap masalah penelitian Anda.

Penyajian Hasil: Hasil eksperimen harus disajikan dengan jelas dalam laporan penelitian Anda. Ini termasuk tabel, grafik, dan narasi yang membantu pembaca memahami temuan Anda.

Kesimpulan dan Implikasi: Anda perlu menyimpulkan penelitian Anda berdasarkan temuan eksperimen Anda. Juga, bahas implikasi hasil Anda dalam konteks masalah penelitian yang lebih luas.

Penulisan Laporan Penelitian: Terakhir, Anda menulis laporan penelitian yang mencakup semua langkah di atas. Laporan ini harus mengikuti struktur penelitian ilmiah yang biasanya mencakup judul, abstrak

6549ee4ab35ad-1699343946

Langkah Penulisan Proposal Penelitian yang Efektif

Penulisan proposal penelitian yang efektif sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan untuk proyek penelitian Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda dalam menulis proposal penelitian yang baik:

1. Judul Proposal:
  - Pilih judul yang jelas, singkat, dan mencerminkan esensi penelitian Anda.

2. Pendahuluan:
  - Jelaskan latar belakang masalah atau konteks yang mendukung penelitian Anda.
  - Gambarkan relevansi penelitian Anda dan mengapa penelitian ini penting.

3. Rumusan Masalah:
  - Tetapkan masalah penelitian secara spesifik dan jelas.
  - Gambarkan gap dalam pengetahuan yang akan Anda selidiki.

4. Tujuan Penelitian:
  - Jelaskan tujuan utama penelitian Anda, yaitu apa yang ingin Anda capai dengan penelitian ini.

5. Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis:
  - Sediakan pertanyaan penelitian yang akan Anda jawab atau hipotesis yang akan Anda uji dalam penelitian Anda.

6. Tinjauan Pustaka:
  - Ringkas literatur yang relevan dan menjelaskan studi sebelumnya yang terkait dengan topik Anda.
  - Identifikasi gap dalam pengetahuan yang Anda ingin isi dengan penelitian Anda.

7. Kerangka Konseptual:
  - Buat kerangka konseptual yang menjelaskan konsep-konsep kunci dan hubungan antara variabel dalam penelitian Anda.

8. Metode Penelitian:
  - Jelaskan metode yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan data, seperti metode survei, eksperimen, studi kasus, atau analisis dokumen.
  - Gambarkan teknik pengumpulan data dan alat yang akan Anda gunakan.
  - Bahas pendekatan statistik atau analisis yang akan digunakan.
  - Jelaskan bagaimana Anda akan memilih sampel dan mengatasi bias potensial.

9. Jadwal Penelitian:
  - Sediakan jadwal yang mencantumkan tahapan utama penelitian, batas waktu, dan tugas yang harus diselesaikan.

10. Anggaran:
   - Jelaskan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian, termasuk biaya peralatan, biaya perjalanan, dan gaji (jika berlaku).

11. Referensi:
   - Sertakan daftar referensi yang mencakup sumber-sumber yang Anda gunakan dalam proposal.

12. Lampiran:
   - Sertakan lampiran yang relevan, seperti kuesioner, izin subjek penelitian, atau materi tambahan.

13. Penyusunan Proposal:
   - Pastikan proposal Anda ditulis dengan jelas, disusun dengan baik, dan bebas dari kesalahan tata bahasa.

14. Konsultasi dengan Ahli:
   - Mintalah masukan dari kolega, penasihat penelitian, atau ahli yang berpengalaman untuk memperbaiki proposal Anda.

15. Revise dan Edit:
   - Periksa dan edit proposal Anda untuk memastikan bahwa semuanya terstruktur dengan baik dan ringkas.

Penting untuk mengikuti panduan dan persyaratan yang mungkin berlaku di lembaga atau organisasi yang mendukung penelitian Anda. Proposal penelitian yang baik akan membantu Anda meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa penelitian Anda layak untuk didanai dan dilaksanakan.

6502893258882-1694665010

4th Call for Proposal: STEG Larger Research Grants

Batas pengajuan proposal Penelitian jatuh pada 19 September 2023, 23:59 BST.

Pengajuan dilakukan melalui https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs dengan mengisi template yang berlaku. Untuk proposal yang berkaitan dengan tema Y-RISE, peneliti dapat menggunakan Y-RISE pada bagian kata kunci yang ada pada form pengajuan. Persyaratan ketua peneliti dan sebagainya dapat dicek pada laman berikut:

Persyatan: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Kriteria Negara Pengusul: https://steg.cepr.org/larger-research-grants-lrgs

Cara Pengajuan: https://steg.cepr.org/funding/how-apply-online

Persiapan proposal: https://steg.cepr.org/funding/larger-research-grants-lrgs/how-apply-lrg

Surat Pengumuman: STEG LRG 4 Call Text

Panduan Pengusulan: STEG LRG Applicant Guide_2

 

More info: https://research.binus.ac.id/2023/09/4th-call-for-proposal-steg-larger-research-grants/