Filter

Hasil Pencarian

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

The Effect of Radio Broadcasting, Nganggung Traditional, Local Influencer, and Education to Sharia Financial Literation’s Level of Central Bangka’s Society

Penulis Yaser Taufik Syamlan, CIFP.

This research was conducted to see the influence of Radio Broadcasts, Traditional Singing, Local Influencers, and Education on the Level of Islamic Financial Literacy in the People of Central Bangka. This type of research is a quantitative study using the regression analysis model. To measure the dependent variable indicators the ordinal scale is used (0-1), and the independent variables are using the Likert scale (1-4). The results of this study indicate that the results of simultaneous testing show that all variables have a significant effect on Islamic financial literacy. This can be seen from the results of the Chi-Square test. However, in the significance test, one of the variables was not significant, namely education, only 3 variables had a significant effect, namely radio broadcasts, local influencers, and culture (nganggung). Based on these statistical results, it can be understood that through radio broadcasts with sharia economic programs, the public gets important information about this matter. Likewise, influential figures such as traditional leaders, community leaders, and religious leaders who have adequate sharia economic insight will contribute to increasing sharia economic literacy. Through the Nganggung Culture, the community will receive this information more quickly

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Hukum Pembajakan Software Dalam Perspektif Islam Oleh : Shaifurrahman Mahfudz *

Penulis Shaifurrokhman Mahfudz, Lc., M.Sh.

Di antara tujuan dari syariat Islam (maqashid asy-syari'ah) adalah menjaga dan melindungi hak kepemilikan. Perlindungan ini meliputi larangan untuk menggunakan, mengambil dan meminjam harta pihak lain tanpa izin dari pemiliknya. Ketika seseorang menggunakan, meminjam atau mengambil barang orang lain tanpa adanya izin maka ia telah melakukan tindakan sariqah (pencurian) dalam Islam. Definisi pencurian sendiri adalah mengambil barang milik orang lain dari tempat penyimpannya dengan sengaja tanpa seizin dari pemiliknya. Pembajakan software (perangkat lunak), adalah penggandaan/pengcopian software original/hasil bajakan tanpa adanya izin dari pemilik sah software tersebut. Hasil dari penggandaan ini dipasarkan/dijual-belikan kepada masyarakat. Tujuan dari pembajak adalah untuk mendapatkan keuntungan materi. Software-software hasil bajakan ini dijual di bawah harga normal, sehingga konsumen merasa diuntungkan. Padahal jika kita cermati, konsumen jelas dirugikan karena software yang dibelinya adalah hasil bajakan yang tidak terjamin kualitasnya, selain itu garansi resmi juga tidak disediakan. Pihak produsen juga dirugikan karena telah mengeluarkan dana untuk penelitian, pembuatan hingga pemasaraan. Maka pembelian software bajakan adalah merupakan bentuk kejahatan yang berakibat pada diskomunikasi antara konsumen dan produsen. Sang Pembajak software mendapatkan keuntungan yang banyak tanpa bersusah payah mencipta dan menghasilkan software tersebut. Selain itu pajak yang seharusnya ada pada setiap transaksi terpangkas karena pembajakan ini. Maka pembajakan telah merugikan produsen, negara dan konsumen. Korelasi dengan hukum Islam adalah bahwa Islam melindungi setiap kepemilikan yang didapatkan secara sah, kepemilikan ini bersifat mutlak sehingga pihak lain yang akan meminjam, menggunakan atau menggandakan harus mendapatkan izin dari pemiliknya yang sah. Maka jika ada pihak-pihak yang mengambil atau menggandakan sebuah software tanpa adanya izin dari produsennya ia disamakan dengan bentuk sariqah (pencurian) yaitu mengambil barang orang lain tanpa adanya izin. Hukuman bagi para pencuri dalam Islam adalah dengan had jika harta curian tersebut telah mencapai nishab atau hukuman ta'zir jika belum sampai nishabnya

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Standar Aturan Pendayagunaan Harta Zakat Dalam Mendorong Usaha Produktif

Penulis Shaifurrokhman Mahfudz, Lc., M.Sh.

Zakat adalah sebuah ibadah dalam Islam yang memiliki dua dimensi, dimensi Ilahiyah dan dimensi insaniyah. Dalam dimensi Ilahiyah tercermin bagaimana zakat adalah salah satu metode distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Dengan zakat, kekayaan tidak akan menumpuk hanya pada orang-orang tertentu saja. Proses pendistribusian zakat ada dua jenis : zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif adalah zakat yang diberikan kepada para mustahik zakat yang digunakan untuk makan sehari-hari. Sedangkan zakat produktif adalah zakat yang diberikan kepada mustahik sebagai modal usaha atau penguatan ekonomi mereka. Dengan penyaluran zakat secara produktif ini diharaapkan para mustahik zakat akan mampu memperbaiki kondisi perekonomian mereka, sehingga mereka mampu keluar dari kemiskinan. Model zakat produktif yang dikembangkan oleh beberapa lembaga amil zakat dan badan amil zakat adalah dengan cara memberikan uang zakat kepada para mustahik sebagai modal usaha. Dalam hal ini pihak amil zakat memberikan uang tersebut sebagai sebuah "hutang" yang harus dibayar. Dalam kenyataannya "hutang" tersebut memang harus dikembalikan jika usaha dari penerima zakat tersebut meningkat taraf ekonominya, namn jika tidak mampu mengembalikannya maka "hutang" tersebut tidak harus dikembalikan. Model dari penyaluran zakat ini cukup efektif terutama bagi keluarga miskin yang memiliki usaha namun tidak memiliki modal. Penyaluran zakat produktif sendiri harus memperhatikan skala prioritas, dalam arti apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan dari para mustahik zakat tersebut, apakah makanan, tempat tinggal atau modal usaha.

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Klausul Hukum Hak Khiyar Dalam Jual Beli Sprei Waterproof Di Moms Baby Kidz

Penulis Shaifurrokhman Mahfudz, Lc., M.Sh.

Skripsi ini membahas tentang kesesuaian praktik khiyar yang ada dalam jual beli sprei waterproof di MomsBabyKidz dengan Hukum Ekonomi Syari’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan alat analisa deskriptif normatif. Data diperoleh dengan studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Penelitian ini memberikan hasil bahwa MomsBabyKidz sudah mempraktikkan hak khiyar dalam jual belinya dan sesuai dengan Hukum Ekonomi Syari’ah, hanya saja masih banyak pembeli yang belum memahaminya dengan baik sehingga tidak bersikap sesuai haknya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 13 kasus yang diingat oleh MomsBabyKidz hanya 5 kasus saja pembeli yang menggunakan hak khiyarnya secara sah menurut Hukum Ekonomi Syari’ah. 4 orang memilih untuk membatalkan akad dan 4 lainnya tetap melanjutkan meskipun ada kesalahan dari MomsBabyKidz

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Tinjauan Fiqih Pengelolaan Wakaf Uang Pada Pusat Pengembangan Wakaf Daarut Tauhid

Penulis Shaifurrokhman Mahfudz, Lc., M.Sh.

Salah satu lembaga sosial ekonomi Islam yang akhir – akhir ini juga menarik perhatian umat Islam di Indonesia untuk dikembangkan adalah wakaf. Salah satu institusi Islam yang sebenarnya telah lama dikenal masyarakat Indonesia namun hingga kini belum dikelola secara optimal. Di tengah problem sosial masyarakat Indonesia dan tuntutan akan kesejahteraan ekonomi akhir – akhir ini, keberadaan lembaga wakaf menjadi sangat strategis. Disamping sebagai salah satu aspek ajaran Islam yang berdimensi spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan dimensi sosial. Negara Indonesia yang begitu potensial dalam perkembangan pengelolaan wakaf yang notabene mayoritas berpenduduk umat muslim. Wakaf dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif dan instrumen yang cukup memadai untuk menyejahterakan kehidupan umat di Indonesia.

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Analisis Gadai Perspektif Sistem Ekonomi Islam

Penulis Shaifurrokhman Mahfudz, Lc., M.Sh.

Manusia tidaklah selamanya berkecukupan harta, ada masa-masa dimana ia sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika melihat kenyataan di masyakarat maka didapati banyak orang yang membutuhkan uang karena adanya suatu keperluan mendesak. Gadai menjadi solusi bagi kebutuhan keuangan yang mendesak yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sayangnya praktek gadai di masyarakat mengandung unsur riba yang diharamkan oleh Islam, sehingga dibutuhkan adanya teori dan praktek riba yang sesuai dengan syariah Islam. Gadai dalam khazanah Islam disebut dengan rahn, ia adalah menggadaikan suatu barang sebagai jaminan atas transaksi hutang yang dilakukannya. Karena sifatnya adalah akad tabaru’ maka tidak boleh ada manfaat yang diambil oleh murtahin (orang yang menerima gadai). Harta yang digadaikan sendiri adalah tetap menjadi milik dari rahin (penggadai) sehingga tidak boleh digunakan tanpa adanya izin dari pemiliknya. Murtahin diperbolehkan mengambil uang pemeliharaan dari rahin jika harta gadaian tersebut membutuhkan pemeliharaan. Inti dari akad gadai dalam Islam adalah saling tolong-menolong untuk meringankan beban orang lain.

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

Peran dan Pengelolaan BUMDes Anugerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Pajar Bulan, Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan

Penulis Dr. Andang Heryahya, M.Pd.I, M.Pd

Penelitian tentang peran dan pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pajar Bulan, bertujuan untuk mengetahui peran dan pengelolaan BUMDes serta partispasi masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes Anugerah. Penelitian ini menggunakan metode analisis dedukatif kualitatif. Penelitian diperoleh melelui data primer dan sekunder, metode wawancara, observasi, dokumentasi. Peran dan pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pajar Bulan telah diwujudkan meskipun belum maksimal, peranan BUMDes Anugerah diwujudkan dengan adanya unit – unit usaha yang ada didalamnya seperti unit usaha penyewaan peralatan hajatan, BRI Link, dan jasa angkut sampah. Pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat sangat membantu masyarakat Desa Pajar Bulan, dengan adanya pengurus komisaris/penasihat, direktur/pelaksana operasional, dan pengawas. Pengelolaan BUMDes Anugerah lebih tersusun dan lebih lancarnya berjalan BUMDes Anugerah. Partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes Anugerah , sudah baik walaupun belum maksimal, karena masih ada masyarakat yang belum merasakan adanya BUMDes dan masih ada msyarakat yang kurang tau unit unit yang ada pada BUMDes Anugerah

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

ANALISIS KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

Penulis Dr. Andang Heryahya, M.Pd.I, M.Pd

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemahaman guru SD di Kota Cirebon tentang kebijakan kurikulum merdeka, (2) mendeskripsikan kesiapan guru SD di Kota Cirebon dalam merumuskan tujuan pembelajaran profil Pancasila, (3) mendeskripsikan kesiapan guru SD di Kota Cirebon dalam implementasi pembelajaran abad 21, dan (4) mendeskripsikan kesiapan guru SD di Kota Cirebon dalam mengidentifikasi potensi diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survey dan need assesment. Populasi penelitian ini adalah guru SD negeri di Kota Cirebon. Jumlah SD negeri di Kota Cirebon sebanyak 128 sekolah, sehingga populasi penelitian ini adalah 768 guru. Sampel ditetapkan menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan tabel Issac Michael dengan sampling error 5%, diperoleh jumlah sampel sebanyak 238 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument angket yang diberikan kepada guru dan wawancara kepada beberapa key informan. Adapun key informan dalam penelitian ini adalah Kabid Dikdas Kota Cirebon dan beberapa Kepala sekolah. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) para guru SD Negeri di Kota Cirebon memahami esensi dari kebijakan Kurikulum Merdeka, (2) para guru SD Negeri di Kota Cirebon memahami dalam merumuskan tujuan pembelajaran profil pelajar Pancasila, (3) para guru SD Negeri di Kota Cirebon telah siap mengimplementasikan pembelajaran abad 21, (4) para guru SD Negeri di Kota Cirebon telah siap dalam mengidentifikasi berbagai macam potensi dalam diri peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru SD Negeri di Kota Cirebon telah siap dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada pembelajaran di kelas.

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

RETHINKING ISLAM THROUGH INTERNALIZATION OF INSIGHTS INTO ISLAMIC UNIVERSALITY IN ISLAMIC THEOLOGY

Penulis Asnan Purba, Lc., M.Pd.I.

This article seeks to discuss the renewal of thought into a Muslim (internal renewal) through the internalization of universal insights in Islam. Islamic declarations and statements are universal and flexible to the demands of the times will be realized through understanding and understanding of Islam itself in a kaffah (comprehensively). This research is a conceptual study by utilizing sources of literature. The author will review data from the source of the library with various points of view to determine the value of Islamic universality, including in terms of theology, law, humanity, anthropology, and psychology. The author will carry out internalization efforts through the cultivation of a strong understanding of insight into Islam. Thus a Muslim will be able to renew the pattern of thinking precisely according to the purpose because renewal without insight is nonsense.

Jurnal

Tanggal Publikasi: 25 Jan 2023

EDUCATIONAL STRATEGIES IN THE MILLENNIAL ERA; MEASURING EFFORTS OF COMPETENCE AND MILITANCY

Penulis Asnan Purba, Lc., M.Pd.I.

Industrial revolution 4.0 is a tough challenge for education in Indonesia. The fourth industrial revolution (4.0) is changing economies, jobs, and even society. These changes require a strong character, especially religious character, to equip the next generation with good character, high literacy skills, and superior 21stcentury competencies. They were namely being able to think critically and analytically, creatively, communicatively, and collaboratively. Rapid progress in the industrial revolution 4.0 and the global pandemic situation forces every generation to behave and adapt to the current digital world and social media. To achieve these goals and targets, and needs, it is essential that every educator has adequate competence and high militancy by providing education or training both informally and informally so that students can contribute significantly and effectively to Islamic da'wah education in this millennial era.